Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2026 | 23.36 WIB

10 Juta Pelanggan Sudah Registrasi SIM Biometrik, Komdigi Kejar Tambahan 10 Juta Lagi

Buka slot kartu SIM dan bersihkan dengan menggunakan tisu. / Sumber Foto : kuprevich freepik.com/author/ - Image

Buka slot kartu SIM dan bersihkan dengan menggunakan tisu. / Sumber Foto : kuprevich freepik.com/author/

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa hingga 22 Juli 2026, jumlah pelanggan operator seluler yang telah menyelesaikan registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi biometrik telah mencapai 10 juta orang.

"Jadi, total sampai hari ini itu 10 juta pelanggan baru yang sudah datanya biometrik, yang berarti NIK-nya sudah lebih terjaga," kata Meutya di Jakarta, dikutip Jumat (24/7).

Menurut Meutya, penerapan verifikasi biometrik dalam registrasi kartu SIM memberi perlindungan lebih baik terhadap Nomor Induk Kependudukan (NIK). Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui jika identitas mereka digunakan oleh pihak lain tanpa izin sehingga risiko penyalahgunaan data dapat diminimalkan.

"Ini juga salah satu cara negara untuk hadir mengamankan dan memberikan layanan keamanan bagi warga negara, terkhusus para pengguna operator seluler," ujar Meutya.

Pemerintah menargetkan penambahan 10 juta pelanggan yang telah terverifikasi biometrik dalam kurun waktu satu bulan mendatang. Target tersebut, kata Meutya, dapat dicapai bukan hanya melalui registrasi pelanggan baru, tetapi juga dengan mendorong pelanggan lama untuk melakukan registrasi ulang menggunakan verifikasi biometrik.

"Jadi, kalau misalnya ada yang mau membuka 10 juta itu berasal dari pelanggan lama yang belum melakukan registrasi biometrik, itu juga kita persilakan yang penting nanti kita cek lagi di bulan depan dalam satu bulan ke depan itu 10 juta lagi data yang sudah terbiometrik," ujarnya.

Penerapan registrasi kartu SIM berbasis biometrik merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Melalui Jaringan Bergerak Seluler. Aturan tersebut mengadopsi prinsip Know Your Customer (KYC) dengan memanfaatkan data biometrik sebagai metode verifikasi pelanggan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya mempersempit ruang penggunaan identitas palsu saat registrasi kartu SIM sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan nomor telepon seluler untuk berbagai bentuk kejahatan di ranah digital.

Meutya juga mengingatkan seluruh operator seluler agar menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten serta memastikan proses registrasi berlangsung sederhana, mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, dan tidak menimbulkan hambatan bagi pengguna.

"Karena tujuannya adalah melindungi para pengguna seluler, bukan membuat rumit dan membuat sulit hidup mereka, ya. Jadi, tolong betul-betul sistem dan teknologi yang digunakan memang mempermudah dan inklusif," ujar dia.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore