
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Dian Siswarini. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan registrasi kartu SIM berbasis biometrik di berbagai daerah.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta, Komdigi menemukan praktik penjualan kartu SIM yang telah lebih dulu diregistrasi. Kartu-kartu tersebut diduga didaftarkan menggunakan data biometrik milik oknum penjual sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Praktik tersebut dinilai berisiko karena identitas yang tercatat pada nomor seluler tidak sesuai dengan pengguna sebenarnya, sehingga berpotensi menimbulkan penyalahgunaan di kemudian hari.
Melihat hal ini, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Dian Siswarini, membenarkan telah terjadinya penyalahgunaan dari pihak retailer.
Bahkan, pihaknya telah menginformasikan kepada para partner operator seluler seperti halnya diler dan retailer agar mereka mengikuti aturan yang telah disepakati. Jika tidak, maka akan terdapat sanksi.
“Jadi ini dimasukkan ke dalam aturan atau apa, aturan dagang yang dilaksanakan oleh para opsel dengan partnernya supaya mereka bisa
juga comply terhadap aturan registrasi biometrik ini. Jadi akan ada sanksi
terhadap para retailer ataupun dealer yang melanggar aturan tersebut,” kata Dian di Jakarta, Kamis (23/7).
Selaras dengan ini, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan, bahwa praktik penyalahgunaan registrasi kartu SIM berbasis biometrik ini dilakukan agar dagangan penjual cepat habis terjual.
“Kami melakukan pengecekan (di pusat perbelanjaan Yogyakarta) ternyata registrasinya melalui biometrik. Nah, ini ditengarai bahwa penjual ini untuk supaya cepat jualannya, dia melakukan registrasi sendiri atas dengan wajahnya kemudian dijual kepada pelanggan,” kata Edwin.
Meski begitu, dia menegaskan tak ada kegagalan sistem dalam pelaksanaan registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Hanya saja memang terdapat ketidakdisplinan dari masyarakat dan vendor.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
