
Ilustrasi Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. (www.istockphoto.com)
JawaPos.com - Sebuah riset mengungkap fenomena baru yang berpotensi mengubah lanskap strategi pemasaran digital perusahaan. Penelitian bertajuk AI Citation Audit ini menemukan adanya fenomena AI Citation Gap, sebuah kondisi ketika kecerdasan buatan (AI) merekomendasikan suatu merek, namun kutipan informasinya justru berasal dari sumber lain, bukan website resmi perusahaan tersebut.
Riset yang digarap oleh Dedy Budiman, kandidat doktor Universitas Prasetiya Mulya sekaligus praktisi pengembangan sales, itu menyoroti perubahan drastis perilaku konsumen. Kini, masyarakat mulai beralih dari mesin pencari konvensional ke AI untuk mendapatkan jawaban instan yang sudah terangkum. Dalam proses ini, AI bertindak sebagai kurator yang menentukan kredibilitas sumber informasi.
Melalui audit terhadap Google AI Mode yang melibatkan 32 responden dengan 16 prompt standar di sektor properti, riset ini mengumpulkan 1.842 URL dari 222 domain unik. Hasilnya mengejutkan: website resmi brand sering kali dilewati. AI justru lebih banyak mengutip media sosial, marketplace, blog komparatif, hingga situs internasional. Bahkan, 61,8 persen sumber yang dikutip berasal dari domain non-Indonesia.
Akar masalahnya terletak pada kesenjangan konten. Banyak website resmi perusahaan saat ini hanya berfungsi sebagai katalog digital yang kaku. Padahal, konsumen kerap mengajukan pertanyaan spesifik yang membutuhkan edukasi mendalam.
"Konsumen tidak selalu mencari nama seri produk. Mereka bertanya mana yang terbaik, apa perbedaannya, bagaimana memilih yang tepat, berapa kisaran harganya, atau apa keunggulannya dibanding pilihan lain. Jika pertanyaan seperti itu tidak dijawab oleh website resmi, AI akan mencari jawabannya di tempat lain," ungkap Dedy Budiman, Sabtu (13/6).
Sebagai solusi strategis, Dedy memperkenalkan pendekatan AI Visibility Optimization (AIVO). Berbeda dengan Search Engine Optimization (SEO) yang fokus agar website ditemukan mesin pencari, AIVO memastikan sebuah merek dipahami dan direpresentasikan secara akurat oleh sistem AI melalui konten edukatif yang komprehensif.
Sebab, performa digital masa kini tidak lagi sekadar urusan trafik. "Bukan sekadar agar terlihat di internet, tetapi agar informasi yang beredar tentang sebuah brand tetap akurat, kredibel, dan relevan ketika AI menjadi perantara utama antara konsumen dan informasi," tambah Dedy.
Temuan ini mendapat validasi kuat dari dunia akademik. Co Provost 1 Universitas Prasetiya Mulya, Dr.rer.pol. Christiana Yosevina, selaku dosen pembimbing menilai pergeseran ini menuntut organisasi untuk segera meninjau ulang strategi komunikasi mereka. Kualitas konten kini bertransformasi menjadi infrastruktur kepercayaan konsumen.
"Tantangan perusahaan tidak lagi sekadar ditemukan secara online, tetapi juga dipahami dengan benar oleh AI. Temuan AI Citation Gap menunjukkan bahwa kualitas konten dan kredibilitas sumber kini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Konten yang edukatif dan relevan akan menjadi kunci agar organisasi tetap dipercaya," pungkas Christiana.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
