
Elon Musk, CEO SpaceX dan Tesla (Business Insider)
JawaPos.com - Persaingan industri kecerdasan buatan (AI) global memasuki babak baru yang semakin ditentukan oleh penguasaan infrastruktur komputasi berskala besar. Anthropic, perusahaan AI yang dikenal sebagai rival utama OpenAI, resmi menjalin kerja sama strategis dengan SpaceX milik Elon Musk untuk memperkuat kapasitas komputasi yang menopang layanan kecerdasan buatan mereka.
Langkah ini menegaskan pergeseran penting dalam industri AI global, di mana kekuatan tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan model, tetapi juga oleh ketersediaan daya komputasi yang menjadi fondasi utama pengembangan sistem AI generatif.
Tekanan terhadap kapasitas komputasi Anthropic meningkat signifikan seiring melonjaknya permintaan terhadap Claude Code, layanan berbasis AI yang ditujukan bagi pengembang perangkat lunak. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk memperluas akses ke infrastruktur eksternal guna menjaga stabilitas layanan di tengah pertumbuhan pengguna yang sangat cepat.
Dilansir dari Business Insider, Kamis (7/5/2026), Anthropic dan SpaceX telah menandatangani kesepakatan baru dengan kapasitas komputasi mencapai 300 megawatt. Dalam laporan tersebut juga dijelaskan bahwa fasilitas pusat data Colossus One milik SpaceX akan digunakan untuk mendukung peningkatan performa Claude Code, yang kini menjadi salah satu produk inti Anthropic di sektor pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Baca Juga:Sidang OpenAI Dimulai: Elon Musk Tuduh Sam Altman Menipu, OpenAI Sebut Gugatan Dipicu 'Kecemburuan'
Colossus One yang berlokasi di Memphis menjadi salah satu pusat komputasi AI terbesar yang dimiliki oleh ekosistem Elon Musk. Fasilitas ini menampung puluhan ribu cip Nvidia yang digunakan untuk memproses beban kerja kecerdasan buatan berskala besar. Namun, ekspansi cepat fasilitas tersebut juga menimbulkan sorotan dari masyarakat lokal terkait dampak lingkungan, terutama terkait penggunaan turbin gas yang meningkatkan emisi di kawasan sekitar.
Dalam kesepakatan ini, Anthropic diperkirakan memperoleh tambahan lebih dari 300 megawatt kapasitas komputasi yang ditopang sekitar 220.000 GPU Nvidia. Perusahaan tetap menjalankan strategi diversifikasi dengan memanfaatkan infrastruktur dari Google, Amazon, dan Microsoft guna mengimbangi kebutuhan komputasi yang terus meningkat secara global.
Di sisi lain, SpaceX menunjukkan pergeseran strategi bisnis yang signifikan di bawah kepemilikan Elon Musk. Setelah mengakuisisi laboratorium AI xAI pada Februari, perusahaan mulai membuka jalur komersialisasi infrastruktur komputasi dengan menjual akses GPU kepada pihak eksternal, termasuk perusahaan AI yang juga berkompetisi di pasar.
Elon Musk sendiri sebelumnya pernah melontarkan kritik terhadap model AI milik Anthropic. Namun, dalam perkembangan terbaru, dia menyatakan perubahan pandangan setelah bertemu langsung dengan tim perusahaan tersebut. Musk mengatakan, "Semua orang yang saya temui sangat kompeten dan memiliki kepedulian kuat untuk melakukan hal yang benar. Tidak ada satu pun yang memberi saya sinyal negatif atau mencurigakan."
Selain itu, dalam dokumen resmi kesepakatan, Anthropic juga menyebut telah "expressed interest", yang berarti menyatakan minat, untuk menjajaki kerja sama dengan SpaceX dalam pengembangan pusat data berbasis luar angkasa. Wacana ini membuka potensi baru dalam evolusi infrastruktur AI, meskipun masih berada pada tahap awal kajian teknis dan konseptual.
Selain perluasan kapasitas komputasi, Anthropic turut melakukan penyesuaian layanan Claude dengan meningkatkan batas penggunaan bagi pengguna Pro, Max, Team, dan Enterprise. Perusahaan juga memperluas kapasitas API Claude Opus untuk mendukung volume pemrosesan data yang lebih besar per menit.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
