
Ilustrasi pemanfaatan teknologi digital dalam sebuah proses sistem kerja.
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendorong penguatan inklusivitas sebagai dasar utama dalam transformasi digital nasional, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi open source dan pengembangan ekosistem kolaboratif.
Dengan capaian konektivitas yang sudah menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni serta tingkat penetrasi internet sebesar 80,26 persen atau sekitar 230 juta pengguna, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk meningkatkan inklusi digital, tidak hanya sebatas akses tetapi juga partisipasi aktif dalam inovasi.
Potensi ini semakin diperkuat oleh proyeksi nilai ekonomi digital nasional yang diperkirakan mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030, atau sekitar 40 persen dari total ekonomi digital di kawasan ASEAN.
"Pemerintah melihat pentingnya peran komunitas. Open source merupakan aset besar yang dapat mendorong lompatan inovasi,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam Red Hat Tech Day Indonesia 2026 di Jakarta Pusat, dikutip Minggu (3/5).
Seiring pertumbuhan pesat ekonomi digital dan perkembangan teknologi global, Indonesia dituntut untuk menerapkan strategi yang lebih adaptif dan terbuka.
Dalam persaingan global, termasuk di bidang kecerdasan artifisial (AI), pendekatan berbasis open source dianggap mampu mempercepat inovasi sekaligus memperluas keterlibatan pelaku digital.
Pemerintah juga menekankan bahwa percepatan pengembangan AI terjadi dalam konteks persaingan global yang dipengaruhi faktor geopolitik, sehingga penguasaan teknologi menjadi semakin penting dalam menjaga kedaulatan digital.
“Pertumbuhan AI yang sangat pesat mendorong terjadinya perlombaan teknologi yang dipengaruhi dinamika geopolitik. Penguasaan teknologi AI berkaitan erat dengan dominasi ekonomi dan politik di tingkat global,” tegas Wamen Nezar.
Dalam situasi tersebut, penguatan talenta digital menjadi elemen krusial agar inklusivitas tidak hanya menghasilkan pengguna, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan solusi teknologi secara mandiri, termasuk dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur.
“Talenta digital sangat penting. Pengalaman global menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur dapat diatasi dengan penguatan kapasitas talenta, termasuk dalam pengembangan algoritma dan inovasi teknologi,” paparnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
