
Guru-guru pada program Microsoft Elevate: AI for Educators. (Dok. Microsoft)
JawaPos.com - Era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) resmi masuk ruang kelas Indonesia. Di tengah transformasi digital yang kian cepat, peningkatan kompetensi AI bagi guru menjadi kebutuhan mendesak demi menyiapkan siswa menghadapi masa depan berbasis teknologi.
Kehadiran teknologi ini dinilai mulai mengubah cara belajar, metode pengajaran, hingga proses pengelolaan materi pendidikan di ruang kelas.
Guru dituntut tidak hanya memahami penggunaan teknologi digital, tetapi juga mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses belajar mengajar secara efektif dan bertanggung jawab.
Menjawab kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative dan Microsoft Indonesia menghadirkan program Microsoft Elevate: AI for Educators. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam memanfaatkan AI secara efektif di lingkungan pendidikan.
Group CEO Biji-biji Initiative Rashvin Pal Singh menilai penguatan kemampuan AI bagi guru harus dilakukan sesuai kebutuhan nyata di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Kami melihat bahwa penguatan kompetensi AI bagi guru harus dilakukan secara kontekstual dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan berbasis praktik nyata, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknologi, tetapi juga mendorong para guru untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” kata Rashvin dalam keterangannya.
Sementara itu, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan program tersebut dirancang agar tenaga pendidik tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif dan kritis dalam pembelajaran.
Dharma ingun memastikan bahwa para pendidik di Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI secara kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran.
“Kami percaya bahwa guru memiliki peran kunci dalam membentuk generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dharma.
Skema pembelajaran program ini menggunakan pendekatan LEAPS yang terdiri dari tahapan belajar materi AI, penerapan di kelas, berbagi praktik baik, dokumentasi pembelajaran, hingga pemilihan peserta terbaik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
