
Psikolog Muhammad Iqbal. (Renda Eko Riyadi/JawaPos.com)
JawaPos.com - Fenomena anak yang bersikap kurang ajar terhadap guru hingga orang tua beberapa kali mengemuka di media sosial. Mulai dari tindakan mempermalukan guru di kelas hingga kasus ekstrem kekerasan dalam keluarga.
Psikolog Muhammad Iqbal menilai kondisi ini dipengaruhi tiga faktor utama, yakni pola asuh dalam keluarga, paparan media sosial, serta pengaruh rekan sebaya.
Pola asuh memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter dan kontrol diri anak. Menurut Iqbal, kedekatan emosional atau attachment antara orang tua dan anak menjadi kunci penting dalam membangun perilaku yang sehat.
“Pola asuh ini berhubungan dengan attachment. Kalau orang tua sama anak itu dekat, akrab, kompak, harmonis, itu berdampak kepada self control anak,” ujar Iqbal dalam podcast di JawaPos.com pada Jumat (24/4).
Rektor Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya (SWINS) itu menambahkan, kurangnya kelekatan emosional membuat anak cenderung mencari validasi dari luar. Kondisi ini berpotensi memicu perilaku menyimpang karena anak tidak memiliki rasa aman maupun ruang untuk mengekspresikan diri secara sehat di lingkungan keluarga.
“Kenapa banyak orang butuh validasi? Karena kurang attachment. Dia tidak aman, tidak pernah mendapatkan apresiasi, tidak mendapatkan ruang-ruang aman,” katanya.
Selain faktor keluarga, imbuhnya, media sosial juga menjadi pemicu perubahan perilaku anak menjadi tidak menghargai guru maupun orang tua. Interaksi di dunia digital yang cenderung bebas tanpa batasan norma membuat bahasa kasar hingga perilaku tidak sopan menjadi sesuatu yang dianggap lumrah.
“Media sosial ini ketika orang berkomunikasi tidak perlu saling mengenal. Bahasa-bahasa yang secara normal itu tidak baik, tapi sudah dinormalisasi,” jelas dosen tetap di Universitas Paramadina itu.
Faktor ketiga adalah pengaruh rekan sebaya yang sangat kuat, terutama pada usia remaja. Dalam fase ini, Iqbal menyebut bahwa anak cenderung mengikuti lingkungan pertemanannya, termasuk dalam bersikap dan mengambil keputusan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
