
Sergey Brin menyoroti ketertinggalan Google dari Anthropic dalam pengembangan agen AI pengodean dan mendorong percepatan strategi internal perusahaan. (Fortune)
JawaPos.com — Sergey Brin mengakui Google tertinggal dari Anthropic dalam pengembangan AI coding agents atau agen kecerdasan buatan yang mampu menulis dan memahami kode secara otomatis. Pengakuan ini menandai tekanan baru di tengah persaingan global teknologi AI yang kian agresif dan semakin menentukan arah industri perangkat lunak.
Dorongan tersebut segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Melalui unit risetnya, Google DeepMind membentuk tim khusus yang terdiri dari peneliti dan insinyur guna meningkatkan kinerja model AI pengodean. Pembentukan tim ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi bukan sekadar penyempurnaan teknologi biasa, melainkan menyangkut posisi daya saing Google di tingkat global.
Dilansir dari The Information, Selasa (21/4/2026), sumber internal menyebutkan bahwa para peneliti DeepMind menilai alat pengodean milik Anthropic saat ini lebih unggul dibandingkan model Gemini milik Google. Penilaian ini memperkuat urgensi langkah internal perusahaan, terlebih karena Brin bersama Chief Technology Officer Koray Kavukcuoglu disebut terlibat langsung dalam pengawasan tim khusus tersebut.
Lebih lanjut, Google kini mengarahkan fokus pada pengembangan model yang mampu menulis kode untuk kebutuhan internal perusahaan. Model tersebut dilatih menggunakan basis kode internal Google, yang tidak dapat dipublikasikan, namun berfungsi untuk meningkatkan kualitas model yang nantinya dapat dirilis ke publik. Strategi ini mencerminkan pendekatan bertahap yang mengandalkan optimalisasi internal sebagai fondasi peningkatan performa eksternal.
Tim khusus itu dipimpin oleh Sebastian Borgeaud, insinyur riset yang sebelumnya memimpin prapelatihan model di DeepMind. Fokus utama tim adalah meningkatkan kemampuan model dalam menangani tugas pengodean jangka panjang yang kompleks, termasuk membaca file secara menyeluruh serta memahami maksud pengguna secara lebih akurat.
Di sisi lain, Anthropic telah menunjukkan adopsi AI yang jauh lebih agresif dalam proses rekayasa perangkat lunak. Kepala Claude Code, Boris Cherny, sebelumnya menyatakan bahwa “hampir 100 persen kode Anthropic ditulis menggunakan AI.” Pernyataan ini menegaskan bahwa AI tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi tulang punggung operasional perusahaan tersebut.
Sebagai pembanding, Chief Financial Officer Google, Anat Ashkenazi, mengungkapkan pada Februari bahwa “sekitar 50 persen kode di Google saat ini ditulis oleh agen AI.” Meski menunjukkan kemajuan signifikan, angka tersebut masih mencerminkan adanya kesenjangan dibandingkan dengan tingkat adopsi yang dicapai Anthropic.
Perbedaan pendekatan ini menyoroti pergeseran paradigma dalam industri teknologi global. Penguasaan agen AI pengodean kini menjadi faktor penentu dalam meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, serta menekan biaya pengembangan perangkat lunak. Dalam konteks ini, keunggulan Anthropic menempatkan perusahaan tersebut sebagai pesaing serius bagi pemain lama seperti Google.
Sejumlah analis teknologi menilai langkah pembentukan tim khusus oleh Google sebagai respons strategis yang penting, meski datang di tengah tekanan kompetitif yang semakin ketat. Ketertinggalan dalam fase awal pengembangan agen AI dapat berdampak luas terhadap posisi perusahaan dalam jangka panjang, terutama ketika teknologi ini menjadi standar baru industri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
