Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 April 2026 | 22.52 WIB

Ketergantungan AI Mengkhawatirkan, Wamenkomdigi Nezar Patria Beri Peringatan Keras

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (istimewa) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (istimewa)

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan adanya potensi risiko dari penggunaan kecerdasan buatan yang semakin meluas.

Menurutnya, ketergantungan berlebihan pada Artificial Intelligence (AI) mulai berdampak pada penurunan kemampuan berpikir kritis, baik di kalangan pelajar maupun profesional.

“Jangan sampai kita kehilangan daya kritis karena semua diserahkan kepada AI. Itu sudah mulai terjadi di dunia pendidikan,” ujar Wamen Nezar saat membuka Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada, dikutip Minggu (19/4).

Ia menekankan bahwa pengembangan talenta digital tidak cukup hanya berfokus pada aspek teknis semata. Generasi mendatang juga perlu memahami cara berinteraksi dengan AI secara bijak serta mampu mengendalikan penggunaannya.

Dalam pandangannya, pengembangan teknologi AI harus berorientasi pada manusia.

“Desain AI harus human-centric agar teknologi yang dikembangkan memberi dampak positif pada manusia. Dalam pengambilan keputusan, AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat melalui pendekatan human in the loop,” jelasnya.

Nezar juga menyoroti tren penggunaan AI yang cenderung instan, yang berisiko melemahkan kemampuan analisis dan pertimbangan etis jika tidak diimbangi dengan kesadaran dalam penggunaannya.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya kemampuan talenta digital untuk tetap mengkritisi dan mengevaluasi setiap hasil yang dihasilkan AI. Proses berpikir dan pengambilan keputusan, menurutnya, tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada mesin.

Di sisi lain, Nezar Patria juga mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai tantangan nyata di sektor strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, dan maritim. Pendekatan berbasis solusi dinilai penting agar teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ambisi strategis diperlukan agar kita tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata di sektor-sektor prioritas,” ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore