
Ilustrasi Ethical hackers, biasa dilibatkan dalam membentengi keamanan siber suatu sistem. (Cyber Octet)
JawaPos.com - Gelombang serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi ancaman nyata bagi perusahaan di Indonesia. Di tengah meningkatnya skala dan kecepatan serangan digital, banyak organisasi justru masih tertinggal dalam hal kesiapan sistem keamanan, membuka celah besar bagi kejahatan siber yang semakin canggih.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap keamanan siber global secara signifikan, termasuk di Indonesia.
Jika sebelumnya serangan siber dilakukan secara konvensional, kini pelaku kejahatan memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan, skala, dan efektivitas serangan.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
