
Smartphone Samsung Galaxy S10 Plus.
JawaPos.com – Samsung Galaxy S10 Series sudah hadir pasar global termasuk Indonesia. Untuk pasar Amerika Serikat (AS), harga varian paling mahal, yakni Galaxy S10 Plus, dijual Rp 14 juta untuk varian internal 128 GB. Tak banyak yang tahu, belakangan terungkap bahwa biaya produksi Samsung Galaxy S10 Plus diprediksi hanya bermodal Rp 5 jutaan.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman AndroidHeadlines, Selasa (5/3), informasi soal biaya modal pembuatan Samsung Galaxy S10 Plus hanya diungkap oleh Tech Insights. Analisis terbaru yang dilakukan Tech Insights menggali biaya produksi model Samsung Galaxy S10 Plus, yaitu varian yang dilengkapi dengan chipset Exynos 9820 dan penyimpanan internal 128 GB.
Menurut perhitungan tersebut, setiap model dasar Galaxy S10 Plus yang keluar dari pabrik Samsung berharga hanya USD 420 atau setara dengan Rp 5,9 juta. Harga ini mencakup komponen itu sendiri, pengujian, perakitan, dan bahan pendukung hingga berwujud sebagai smartphone mewah Samsung Galaxy S10 Plus.
Sumber tersebut memecah biaya produksi dalam berbagai kategori. Termasuk chipset dan modem seperti silikon, baterai, konektivitas dan sensor, kamera, layar, serta banyak lagi. Menariknya, meskipun Galaxy S10 Plus model terbaru, sepertinya beberapa komponen yang ada memungkinkan OEM untuk menurunkan biaya produksi di beberapa sektor (tetapi tidak secara keseluruhan) dibandingkan dengan Galaxy S9 Plus.
Sebagai contoh, chipset Exynos 9820 yang dirancang dengan teknologi 8 nm lebih murah daripada Exynos 9810 SoC yang sebelumnya dibangun pada teknologi 10 nm. Pasalnya, harga bahan baku turun selama sekitar sepuluh bulan terakhir. Selain itu, penurunan harga memori di seluruh industri memungkinkan OEM untuk memasukkan 128 GB penyimpanan dalam model dasar dibandingkan dengan 64 GB tahun lalu. Dalam kasus ini, semuanya tidak mengalami peningkatan biaya produksi.
Di sisi lain, area tampilan smartphone telah meningkat. Tahun ini seri Galaxy S10 memiliki tampilan lubang di layar untuk kamera selfie, sehingga biaya untuk panel itu naik sekitar USD 9 atau setara Rp 127 ribuan dibandingkan tahun lalu. Samsung juga masih memasukkan kartu MicroSD dalam paket memori 128 GB yang meningkatkan biaya 'bahan pendukung' sekitar USD 12 atau setara dengan Rp 170 ribuan.
Baterai 4.100 mAh di jantung perangkat tersebut juga menambahkan biaya USD 10,50 atau sekitar Rp 120 ribuan ke harga produksi akhir. Sementara komponen lain yang berkaitan dengan konektivitas dan sensor, mungkin termasuk sensor sidik jari berbasis optik, berharga USD 14 atau sekitar Rp 199 ribuan.
Secara efektif, bagian terbesar dari biaya produksi dialokasikan untuk sektor layar. Panel layar disebut menyumbang pengeluaran sekitar USD 86,50 atau sekitar Rp 1,2 jutaan dari total biaya produksi. Kemudian diikuti oleh AP dan modem yang harganya sekitar USD 70,50 atau sekitar Rp 1 jutaan. Konektivitas dan sensor adalah kategori ketiga yang paling mahal, diikuti oleh baterai.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S10 Plus seperti sudah disinggung di atas hanya membutuhkan biaya USD 420 atau setara dengan Rp 5,9 jutaan untuk memproduksinya. Sedangkan sebaliknya, Samsung Galaxy S9 Plus yang diluncurkan tahun lalu hanya memakan biaya sekitar USD 379 atau setara dengan Rp 5,3 jutaan menurut analisis sebelumnya oleh Tech Insights. Rincian biaya penuh dapat dilihat di galeri gambar di bawah ini.
Biaya-biaya ini tampaknya tidak menutupi anggaran pemasaran atau pengeluaran lainnya, tetapi bagaimanapun, Samsung tampaknya menghasilkan laba yang lumayan untuk setiap unit Galaxy S10 Plus yang terjual. Mengingat bahwa model dasar memiliki harga peluncuran USD 999 atau sekitar Rp 14 juta. Angka jual tersebut membuat Samsung mendapat untung kira-kira 140 persen setiap unit yang terjual. Dibandingkan dengan tahun lalu pada Samsung Galaxy S9 Plus mangantongi sekitar 120 persen per unit yang terjual.
Sayangnya, analisis ini belum mencakup biaya produksi model Samsung Galaxy S10 Plus yang ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 855, atau varian lain yang dilengkapi dengan penyimpanan internal 512 GB yang membawa label harga USD 1.249 atau berkisar di angka Rp 17,7 jutaan di pasar AS. Begitu pula analisis tersebut tidak menyentuh kemungkinan biaya produksi untuk model 12 GB RAM dan 1 TB ROM yang notabene juga dijual di Indonesia.
Sebagai informasi, di Indonesia Samsung Galaxy S10 Plus dengan RAM 12 GB dan kapasitas penyimpanan 1 TB dijual Rp 23,999 juta. Untuk RAM 8 GB dengan kapasitas penyimpanan 512 GB seharga Rp 18,499 juta, serta RAM 8 GB dengan kapasitas penyimpanan 128 GB dibanderil Rp 13,999 juta.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
