
KILA ajak anak Indonesia kembali akrab dengan lagu sesuai usia lewat Pentas “Sahabat Dolanan” di Surabaya. (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com – Balai Pemuda Surabaya, Jumat (3/10), dipenuhi riuh keceriaan anak-anak yang tampil dalam Pentas Lagu Anak “Sahabat Dolanan”, bagian dari program nasional Kita Cinta Lagu Anak (KILA).
Acara ini menjadi penutup rangkaian KILA di tahun 2025 sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah untuk membangun kembali ekosistem musik anak di Indonesia.
“Dulu kita punya banyak penyanyi anak dengan lagu-lagu yang menjadi bagian dari keseharian. Sekarang anak-anak lebih sering menyanyikan lagu orang dewasa yang tidak sesuai usia mereka,” ujar Saifullah Agam, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, yang hadir langsung di lokasi.
Menurutnya, melalui KILA pemerintah ingin menghidupkan ruang ekspresi bagi anak. “Kami ingin membangkitkan ekosistem lagu anak agar kembali hidup di sekolah, rumah, dan lingkungan sehari-hari,” tambahnya.
Ajang Kreativitas dan Kolaborasi
Pentas ini menampilkan karya-karya pemenang Lomba Cipta Lagu Anak KILA periode 2020–2025, dibawakan dengan penuh semangat oleh siswa dari berbagai sekolah, antara lain SDN Ketintang 1 Surabaya, SD Santo Yoseph Surabaya, SDN Sumur Welut 3 Surabaya, Vision School Surabaya, dan grup band SMAN 4 Sidoarjo.
Dengan aransemen segar, penampilan mereka tak hanya menghibur tetapi juga mengajak penonton ikut bernyanyi bersama.
Suasana makin hangat saat sepuluh Duta KILA – Theo, Saka, Alisha, Angel, Nikeisha, Shelomita, Mikael, Aiko, Krissan, dan Shabiyya – tampil membawakan lagu-lagu anak modern sarat pesan edukasi. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan tarian ceria dari Sanggar Laboratorium Remo Surabaya, membuat seluruh ruangan larut dalam kegembiraan khas dunia anak.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Bagi Dhenok Bientarno, penasehat kegiatan KILA, acara ini adalah bagian dari misi besar membangun ekosistem musik anak yang sehat. “Harapannya, lagu-lagu yang lahir dari KILA bisa diterima anak-anak, remaja, guru, hingga orang tua. Jadi tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik,” jelasnya.
Banyak orang tua yang hadir pun mengaku terharu. “Senang sekali melihat anak-anak bernyanyi lagu sesuai usia mereka. Ini mengingatkan pada masa kecil ketika lagu anak begitu dekat di telinga,” tutur Nuraini, salah satu orang tua siswa.
Peran Strategis Lagu Anak
Pemerintah menegaskan bahwa lagu anak punya peran penting dalam pembentukan karakter. “Lagu anak bisa menyampaikan pesan tematik yang relevan, seperti anti-bullying atau kebiasaan baik. Sama seperti dulu seni budaya dipakai menyebarkan nilai, lagu anak juga bisa jadi media pembentukan karakter generasi,” papar Saifullah Agam.
Selain panggung pentas, karya-karya KILA juga sudah tersedia dalam bentuk digital di berbagai platform musik, sehingga dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat.
Menuju 2026 Lebih Masif
Sejak diluncurkan pada 2020, KILA telah melahirkan puluhan lagu anak baru. Rangkaian kegiatan tahun ini ditutup dengan pentas Sahabat Dolanan di Surabaya. Namun pemerintah berjanji tahun depan program ini akan digelar lebih masif.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
