Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 02.15 WIB

Marak Balap Liar di Surabaya Selatan, Warga Resah dan Harapkan Tindakan Tegas

Tangkapan rekaman CCTV dishub yang memperlihatkan balap liar di Jemur Kutisari Barat. (Dishub Surabaya untuk Jawa Pos). - Image

Tangkapan rekaman CCTV dishub yang memperlihatkan balap liar di Jemur Kutisari Barat. (Dishub Surabaya untuk Jawa Pos).

JawaPos.com – Balap liar kembali menjadi permasalahan di beberapa kawasan di Surabaya Selatan. Aksi yang kerap berlangsung pada tengah malam hingga menjelang subuh ini mengganggu ketenangan warga dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
 
Ahmad Budi, warga Prapen, mengungkapkan keresahannya akibat suara bising dari motor yang digunakan para pelaku balap liar. "Mereka sering balapan sekitar jam 1 dini hari. Suaranya sangat mengganggu, sampai membuat kaget orang yang sedang tidur. Bahkan, pernah ada yang jatuh sendiri, tapi besoknya mereka tetap balapan lagi," tuturnya kepada JawaPos.com
 
Selain menimbulkan kebisingan, balap liar juga berisiko menyebabkan kecelakaan bagi pengendara lain. Novita Rahayu, warga Jemur Andayani, menceritakan pengalamannya hampir tertabrak oleh sekelompok pemuda yang melaju dengan kecepatan tinggi. "Mereka seolah tidak peduli dengan pengguna jalan lain. Saya pulang kerja sudah larut malam, dan hampir terserempet," katanya.
 
Menurut warga sekitar, aksi balap liar ini sering terjadi pada malam minggu atau saat jalanan mulai sepi. Para pelaku berusaha menghindari petugas dengan membubarkan diri saat ada razia, namun kembali berkumpul setelah situasi aman. "Kalau ada polisi, mereka kabur. Tapi begitu petugas pergi, mereka kembali lagi," ujar Rudi Hartono, warga Ngagel Rejo.
 
Beberapa warga sempat mencoba membubarkan aksi balap liar secara mandiri, namun respons yang diterima justru negatif. "Kami pernah keluar ramai-ramai untuk menegur mereka, tapi malah dimarahi dan bahkan ditantang," ungkap Rudi.
 
 
Masyarakat berharap pemerintah kota bisa mengambil langkah tegas untuk menertibkan aksi ini. "Kalau hanya ditilang atau ditahan sebentar, mereka tidak akan jera. Harus ada hukuman yang lebih berat," kata Novita.
 
Sebagai solusi, warga mengusulkan peningkatan jumlah kamera pengawas, patroli yang lebih sering, serta kemungkinan penutupan jalan pada jam-jam rawan. "Kalau cara biasa tidak efektif, mungkin perlu kebijakan khusus agar mereka benar-benar berhenti," tambah Budi.
 
Hingga kini, aksi balap liar masih terus terjadi di beberapa titik di Surabaya Selatan. Warga berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang agar jalanan kembali aman dan nyaman bagi semua pengguna.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore