Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 04.33 WIB

Meriah! Perayaan Cap Go Meh di Surabaya Hadirkan Keberagaman dalam Satu Panggung

Perayaan Cap Go Meh kedua di Balai Kota Surabaya, Rabu malam (12/2). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Perayaan Cap Go Meh kedua di Balai Kota Surabaya, Rabu malam (12/2). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com  - Ribuan warga memadati Balai Taman Surya, Balai Kota Surabaya sejak sore hari. Rupanya, mereka berkumpul untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot), Rabu malam, (12/2)
 
Tak hanya dihadiri etnis Tionghoa, masyarakat pribumi juga melebur, ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh tahun kedua di Kota Pahlawan itu. Pantauan JawaPos.com, masyarakat kompak mengenakan pakaian berwarna merah.
 
Dalam perayaan tersebut, sederet pertunjukan silih berganti memukau warga yang datang.  Mulai dari tari tradisional papua, musik oriental Kemuning, musik klasik mandarin, hingga penampilan Barongsai naga yang diiringi tambur.
 
 
Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan, Hermawan Santoso mengatakan bahwa ini merupakan kali kedua perayaan Cap Go Meh, digelar di Balai Kota Surabaya. Herman berharap acara ini bisa menjadi event tahunan.
 
"Di Surabaya, Cap Go Meh bukan sekedar perayaan, tetapi wujud kebersamaan antar suku, etnis, dan agama. Perayaan Cap Go Meh ini melambangkan keberuntungan, kesejahteraan, dan awal yang baru," ujar Herman, Rabu (12/2).
 
Sementara itu dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada kalangan etnis Tionghoa, yang berkontribusi dalam program 1 KK 1 Sarjana dan menjadi donatur asrama bibit unggul.
 
"Surabaya ini penuh toleransi, tidak dibangun siapa yang paling kuat, tidak dibangun siapa pemimpinnya. Tanpa bantuan dari beliau beliau ini, maka Surabaya tidak ada artinya," tutur Eri Cahyadi.
 
 
Pada malam perayaan Cap Go Meh ini, Wali Kota Surabaya terpilih periode 2025-2030 itu mengajak seluruh masyarakat Kota Pahlawan untuk menjunjung tinggi nilai toleransi. Tanpa memandang suku, agama, dan rasnya.
 
"Pada perayaan Cap Go Meh ini semoga tali persaudaraan kita saling terjaga, tanpa melihat dari suku apa, tanpa melihat dari ras apa, tapi pastikan kita (masyarakat Surabaya) adalah NKRI," imbuhnya.
 
Perayaan Cap Go Meh Tahun Ular (2025) dibuka secara simbolis dengan menabuh tambur bersama, oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Mr. Xu Yong, dan jajaran lainnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore