Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 04.31 WIB

Deputi Kemenko PMK Warsito Dorong Peningkatan Layanan Logistik Jemaah Haji 2025

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, Warsito. (mia/ Jawa Pos) - Image

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, Warsito. (mia/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, Warsito mendorong adanya peningkatan layanan logistik bagi jemaah haji 2025. Tak hanya terkait barang, layanan logistik ini juga berkaitan erat dengan katering jamaah di Tanah Suci.

Warsito mengungkapkan, sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan haji lintas kementerian dan lembaga, pihaknya memiliki peran strategis dalam memastikan sinergi antar-stakeholder. Salah satunya, terkait peningkatan layanan logistik pengiriman barang bagi jemaah haji, baik dari Indonesia ke Arab Saudi maupun sebaliknya.

Dia menekankan, bahwa tantangan utama dalam layanan ini adalah menjaga kualitas dan memastikan layanan tersebut mampu bersaing secara global. Pada 2024, pemerintah sendiri telah mengirimkan makanan siap saji untuk layanan katering jemaah di Armuzna sebanyak 1,7 juta kotak.

“Kami ingin memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam hal logistik haji,” tegasnya dalam keterangannya, kemarin (12/2). Oleh sebab itu, dia berharap, PT Pos Indonesia sebagai BUMN yang memiliki pengalaman di bidang ini dapat mengambil peran strategis dalam memberikan layanan logistik yang berkualitas dan kompetitif.

Selain itu, dia turut mengingatkan,  bahwa penyelenggaraan Haji tahun 2025 adalah masa transisi. Terlebih, kuota petugas haji Indonesia tahun 2025 lebih kecil dibanding tahun lalu. Yakni, sebanyak 2.210 orang dari sebelumnya, 4.700 orang. Hal ini berpotensi menjadi tantangan dalam menjaga kualitas pelayanan bagi 221.000 jemaah haji.

“Oleh karena itu, perlu koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang baik antara Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji, K/L, dan stakeholder lain yang terkait,” tegasnya. 

Di sisi lain, Warsito mengatakan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berpotensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi nasional. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan terhadap layanan haji perlu terus dilakukan agar semakin optimal dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Warsito melihat adanya potensi penguatan ekosistem ekonomi haji yang bisa digali. Di tahun lalu saja, misalnya, ekspor Bumbu Nusantara untuk memenuhi kebutuhan katering jemaah mencapai 70 ton.

Kemudian pengiriman makanan siap saji, masih sangat besar kebutuhan mencapai 5-6 juta kotak. Belum lagi potensi penyediaan kebutuhan pendukung juga sangat diperlukan seperti sabun, pasta gigi, dan perlengkapan mandi lainnya.

“Dari hasil evaluasi selama ini menunjukkan masih adanya kekurangan dalam beberapa aspek. Pemerintah terus berupaya melakukan inovasi dan perbaikan agar layanan haji semakin baik,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore