
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, Warsito. (mia/ Jawa Pos)
JawaPos.com – Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, Warsito mendorong adanya peningkatan layanan logistik bagi jemaah haji 2025. Tak hanya terkait barang, layanan logistik ini juga berkaitan erat dengan katering jamaah di Tanah Suci.
Warsito mengungkapkan, sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan haji lintas kementerian dan lembaga, pihaknya memiliki peran strategis dalam memastikan sinergi antar-stakeholder. Salah satunya, terkait peningkatan layanan logistik pengiriman barang bagi jemaah haji, baik dari Indonesia ke Arab Saudi maupun sebaliknya.
Dia menekankan, bahwa tantangan utama dalam layanan ini adalah menjaga kualitas dan memastikan layanan tersebut mampu bersaing secara global. Pada 2024, pemerintah sendiri telah mengirimkan makanan siap saji untuk layanan katering jemaah di Armuzna sebanyak 1,7 juta kotak.
“Kami ingin memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam hal logistik haji,” tegasnya dalam keterangannya, kemarin (12/2). Oleh sebab itu, dia berharap, PT Pos Indonesia sebagai BUMN yang memiliki pengalaman di bidang ini dapat mengambil peran strategis dalam memberikan layanan logistik yang berkualitas dan kompetitif.
Selain itu, dia turut mengingatkan, bahwa penyelenggaraan Haji tahun 2025 adalah masa transisi. Terlebih, kuota petugas haji Indonesia tahun 2025 lebih kecil dibanding tahun lalu. Yakni, sebanyak 2.210 orang dari sebelumnya, 4.700 orang. Hal ini berpotensi menjadi tantangan dalam menjaga kualitas pelayanan bagi 221.000 jemaah haji.
“Oleh karena itu, perlu koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang baik antara Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji, K/L, dan stakeholder lain yang terkait,” tegasnya.
Di sisi lain, Warsito mengatakan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berpotensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi nasional. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan terhadap layanan haji perlu terus dilakukan agar semakin optimal dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Warsito melihat adanya potensi penguatan ekosistem ekonomi haji yang bisa digali. Di tahun lalu saja, misalnya, ekspor Bumbu Nusantara untuk memenuhi kebutuhan katering jemaah mencapai 70 ton.
Kemudian pengiriman makanan siap saji, masih sangat besar kebutuhan mencapai 5-6 juta kotak. Belum lagi potensi penyediaan kebutuhan pendukung juga sangat diperlukan seperti sabun, pasta gigi, dan perlengkapan mandi lainnya.
“Dari hasil evaluasi selama ini menunjukkan masih adanya kekurangan dalam beberapa aspek. Pemerintah terus berupaya melakukan inovasi dan perbaikan agar layanan haji semakin baik,” pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
