JawaPos.com - Jelang beroperasinya Bandara Internasional Dhoho Kediri, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang hendak menjual produknya di stan bandara patut berbahagia. Bagaimana tidak, selama enam bulan pertama, mereka tidak akan dikenai biaya sewa.
"Untuk enam bulan pertama kami digratiskan oleh pihak bandara," terang Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri, Mamiek Amiyati seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Kamis (25/1).
Pada tahap awal, para pemilik UMKM memang tidak akan dikenakan biaya sewa selama enam bulan, tapi untuk selanjutnya, pihak PT Angkasa Pura I akan membahas perihal tarif yang harus dibayarkan oleh pemilik UMKM.
"Untuk berapa harga sewa, itu nanti akan dibahas lagi," lanjut Mamiek.
Dengan adanya penggratisan sewa tersebut, Mamiek berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan emas tersebut.
Hal ini dikarenakan produk yang di jual di area bandara kemungkinan besar akan dikenal luas, tidak hanya warga Kabupaten Kediri saja, tapi hingga ke luar daerah.
"Apalagi nanti bandara akan digunakan untuk penerbangan internasional," sambungnya.
Lebih lanjut, Mamiek juga berharap kepada seluruh pemilik UMKM untuk terus berbenah meningkatkan kualitas produk, karena untuk stan jenis craft tidak hanya diisi oleh UMKM lokal saja.
Tetapi juga ada dari 12 daerah yang berada di selingkar Wilis, sehingga besar kemungkinan produk UMKM dari Kediri bisa tergeser oleh produk dari UMKM daerah lain yang lebih bagus.
"Kami sudah beri pembekalan agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini Pemkab tengah menyiapkan produk UMKM yang nantinya akan dijual di Bandara Dhoho Kediri.
Rencananya, akan ada tiga jenis produk yang dijual di area bandara, mulai dari makanan, minuman (mamin), craft, dan olahan kopi.
Demi menjaga kualitas produk yang di jual di bandara, mamin dan olahan kopi sudah melewati proses kurasi. Ada total 70 produk mamin dan 10 produk olahan kopi yang siap dijual. Sedangkan untuk produk craft masih dalam tahap kurasi.
Produk-produk UMKM tersebut rencananya akan mulai dijual pada 1 Februari 2024, jika tidak molor. Nantinya produk akan dipasarkan di tiga stan yang lokasinya berada di Bandara Internasional Dhoho Kediri, tepatnya di terminal umum.