
Peringatan Hari Kartini 2026, tantangan kesetaraan gender masih nyata di sisi ruang aman dan akses ekonomi bagi perempuan. (Istimewa)
JawaPos.com–Peringatan Hari Kartini 2026 kembali mengingatkan bahwa isu kesetaraan gender di Indonesia belum sepenuhnya selesai. Di tengah meningkatnya partisipasi perempuan di dunia kerja dan ekonomi digital, tantangan seperti keamanan di ruang publik, akses pembiayaan usaha, hingga minimnya representasi perempuan di sektor teknologi masih menjadi persoalan yang banyak dihadapi masyarakat.
Kondisi itu terlihat dari semakin banyaknya perempuan yang kini bekerja di sektor informal dan ekonomi berbasis platform digital. Termasuk sebagai pengemudi transportasi online, pelaku UMKM, hingga pekerja teknologi.
Namun di sisi lain, mereka juga dihadapkan pada risiko kekerasan di jalan, ketimpangan akses pelatihan, dan keterbatasan peluang untuk naik ke posisi strategis. Momentum Hari Kartini tahun ini dimanfaatkan Grab Indonesia melalui program Jejak Aksi Kartini Masa Kini yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai lini ekosistem digital.
Program tersebut mencakup pelatihan keamanan diri bagi mitra pengemudi perempuan, edukasi pengelolaan keuangan untuk UMKM perempuan, hingga pengembangan kapasitas generasi muda perempuan di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan perempuan memiliki rasa aman, kepercayaan diri, dan kesempatan berkembang.
”Perempuan perlu memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Ketika mereka diberi akses dan dukungan yang tepat, dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga keluarga dan komunitas,” ujar Neneng di Jakarta.
Salah satu isu yang masih banyak disorot adalah keamanan perempuan saat bekerja di ruang publik. Perempuan yang bekerja di sektor transportasi online misalnya, kerap menghadapi risiko pelecehan verbal, intimidasi, hingga ancaman kriminal di jalan.
Pihaknya juga menggelar pelatihan bela diri dan perlindungan diri untuk mitra pengemudi perempuan. Workshop bertajuk Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara itu membekali peserta dengan teknik dasar menghadapi situasi darurat dan meningkatkan kewaspadaan saat bekerja.
Pelatih perlindungan diri urban Dennis Laoh menilai, kemampuan melindungi diri menjadi kebutuhan penting bagi perempuan yang aktif di ruang publik.
”Bukan hanya soal teknik bela diri, tapi juga kesiapan mental dan kemampuan membaca situasi agar perempuan lebih percaya diri saat beraktivitas,” kata Dennis Laoh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022