Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 03.35 WIB

Dewan Pertanyakan Asal Usul Nama Eka Candrarini RSUD Surabaya Timur, Siapa Dia Sebenarnya?

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan tanggapannya terkait rencana penghapusan sistem Zonasi PPDB. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan tanggapannya terkait rencana penghapusan sistem Zonasi PPDB. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - RSUD Surabaya Timur yang berlokasi di Jalan Medokan Asri Tengah, Kecamatan Rungkut, kini telah memiliki nama. Ya, Eka Candrarini. Nama itu diumumkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
 
Eri menerangkan bahwa rumah sakit tersebut sudah memasuki tahap persiapan operasional. Progres pembangunannya pun sudah mencapai 99 persen. Tinggal pembersihan sebelum akhirnya resmi beroperasi.
 
Sayangnya, kabar gembira ini justru menuai perhatian masyarakat. Mereka terusik dengan asal usul "Eka Candrarini" yang tiba-tiba akan dijadikan sebagai nama sebuah rumah sakit milik pemerintah.
 
 
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i mengakui bahwa sebelumnya tidak mengetahui rencana penamaan tersebut. Tahu-tahu, nama Eka Candrarini sudah tertulis di gedung rumah sakit.
 
“Saya bertanya-tanya itu nama siapa, nama tokoh Kesehatan atau ada makna lain. Namun saya memang belum mendapatkan sebuah aturan soal penamaan asset di Kota Surabaya,” ujar Imam, Kamis (5/12).
 
Politikus dari Partai Nasdem kemudian meminta penjelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait penamaan RSUD Surabaya Timur, yang menelan biaya pembangunan sebesar Rp 494 Miliar.
 
 
“Karena banyak masyarakat yang mempertanyakan soal nama itu. Tapi kami mendapatkan jawaban nanti akan dijelaskan saat launching. Saya harap nama itu penuh dengan makna,” imbuh ia.
 
Sebelumnya, setelah meninjau RSUD Surabaya Timur, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa rumah sakit milik pemkot itu akan segera diresmikan dengan nama "Eka Candrarini".
 
Nama Eka Candrarini dipilih karena penuh makna. Dikatakan Eri, nama tersebut berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki arti "bulan yang paling indah". 
 
"Sehingga kami identikkan dengan sinar bulan yang memancarkan kebaikan. Kami dedikasikan nama ini untuk perempuan dan anak, karena mereka adalah penjaga pilar kota Surabaya," ucapnya pada Rabu (4/12) kemarin.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore