
Papan barcode untuk pembayaran retribusi parkir non tunai yang terpasang di Jalan Jimerto, Surabaya./(SURYANTO/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com - Sistem pembayaran parkir non tunai mulai diterapkan di Surabaya mulai kemarin, Kamis (1/2), setelah melewati masa uji coba transformasi parkir tepi jalan umum (TJU) konvensional menjadi digital.
Eri Cahyadi selaku Wali Kota Surabaya mengatakan bahwa dinas perhubungan (dishub) sudah melakukan uji coba pembayaran QRIS di sejumlah titik parkir TJU. Hasilnya, sebagian warga belum siap dengan metode tersebut. Mereka terkendala platform pembayaran.
"Banyak yang enggak punya m-banking maupun alat pembayaran QRIS lainnya," ujar Cak Eri.
Kebijakan tersebut akan tetap berjalan, meski hasilnya kurang memuaskan, sehingga semua titik parkir TJU akan serba digital. Harapannya, masyarakat segera beradaptasi dengan perubahan skema yang diberikan pemkot.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan penerapan parkir non tunai:
KELEBIHAN
Penerapan parkir non tunai akan menimbulkan kepercayaan antara warga dan jukir, sebab sistem transaksi digital membuat pelacakan transaksi lebih transparan. Pemkot juga menjadi tahu berapa penghasilan jukir.
Mengelola pembayaran parkir secara digital dapat mengurangi beban administrasi bagi penyedia layanan parkir.
Dengan menggunakan sistem non-tunai, pengguna tidak perlu membawa uang tunai secara fisik, yang dapat mengurangi risiko kehilangan atau pencurian.
Eri mengatakan bahwa sistem non-tunai akan memastikan kesejahteraan jukir. Karena, setiap pembayaran yang dilakukan secara non-tunai akan langsung masuk ke rekening jukir, Kepala Pelataran (Katar), dan pemerintah. Dengan presentasi pembagian 35 persen untuk Jukir, 60 persen untuk Pemkot dan sisanya untUk Katar.
"Kalau nantinya, (evaluasi) enggak sampai pendapatan itu, maka kita akan tahu sebenarnya berapa riil pendapatan dari sektor parkir tersebut. Masyarakat pun mendukung itu," kata Eri dilansir otomotifnet.
KEKURANGAN
Eri Cahyadi mengatakan, bahwa warga Surabaya masih perlu beradaptasi dalam sistem ini. "Ternyata tidak semuanya membayar pakai QRIS karena warga Surabaya juga tidak siap untuk QRIS. Karena itulah, nanti kita lihat besok seperti apa," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022