Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Mei 2026 | 05.22 WIB

Dishub Surabaya Tambah Titik Parkir Digital, Bayar Bisa Pakai QRIS hingga E-Money

Ilustrasi jukir Surabaya sedang melayani pembayaran non tunai. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi jukir Surabaya sedang melayani pembayaran non tunai. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan menambah sejumlah titik parkir digital. Masyarakat diimbau untuk beralih ke pembayaran non tunai, seperti QRIS, e-money.

Sejumlah titik parkir digital baru, di antaranya di Jalan Bratang Binangun, Jalan Bratang Gede, Jalan Ngagel Tengah, Jalan Nginden, Jalan Nginden Semolo, Jalan Prapen, Jalan Tenggilis Barat, Jalan Klampis. 

Kemudian Jalan Jagir Wonokromo, Jalan Manyar Kertoarjo, Jalan Manyar Tegal, hingga sejumlah titik di kawasan Rungkut, Bukit Darmo Boulevard, Kupang Gunung, Darmokali, dan Karang Menjangan.

Plt Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyebut penerapan parkir digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi pelayanan dan tata kelola parkir yang lebih tertib dan akuntabel.

"Pembayaran parkir dapat dilakukan dengan voucher parkir resmi, QRIS, maupun e-money. Masyarakat diminta untuk memastikan telah menerima bukti pembayaran dari petugas parkir sebagai bukti transaksi," ujarnya, Minggu (10/5).

Selain menambah titik parkir digita, Dishub juga terus melakukan sosialisasi kepada juru parkir (jukir) yang belum menerapkan sistem digital. Hingga 8 Mei, tercatat sebanyak 819 jukir beralih ke sistem pembayaran digital. 

Jumlah ini meningkat dibanding sebelumnya yang tercatat sebanyak 711 petugas parkir. Agar implementasi berjalan optimal, Dishub Surabaya menerjunkan jajarannya guna mengawasi pelaksanaan digitalisasi parkir.

“Sampai saat ini sudah 819 jukir yang bergabung dengan sistem parkir digital. Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada jukir dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa bertransaksi non tunai," imbuhnya.

Trio menyebut penerapan parkir digital di Surabaya masih terkendala dua hal, yakni mengubah kebiasaan masyarakat yang terbiasa membayar tunai, serta meningkatkan kesiapan dan kesadaran jukir terhadap sistem digital.

Oleh karenanya, para jukir diharapkan aktif memberikan informasi kepada pengguna jasa parkir sejak awal. “Dengan begitu, masyarakat semakin terbiasa dan penerapan parkir digital dapat berjalan lebih efektif,” pungkas Trio. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore