
Photo
Sering melihat anak kecil nongkrong di warung kopi demi nunut wifi untuk memainkan gawai, membikin Achmad Irfandi nelangsa. Masa kanak-kanak yang mestinya diisi dengan bermain, bergerak, dan tertawa tergantikan dengan acara duduk diam sembari menatap layar HP berjam-jam.
---
KONDISI itu yang membuat Irfandi memutuskan untuk berbuat sesuatu. Dia pun mendirikan Kampung Lali Gadget (KLG). Tepatnya 3 Agustus 2018. Warga Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, tersebut berhasil meyakinkan perangkat desanya untuk meminjamkan lahan seluas 45 x 50 meter untuk proyek itu. Warga sekitar diberdayakan untuk membuat mainan dan menjualnya. Mereka juga bisa menjual makanan dan minuman untuk pengunjung.
Untuk agenda pertama, 475 anak dari Surabaya dan Sidoarjo hadir. Mereka asyik memainkan aneka permainan tradisional mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Melihat respons yang bagus, pria 28 tahun itu pun meneruskan kegiatan tersebut. Pekan depan, pekan depannya lagi, bahkan keterusan hingga sekarang. Rata-rata 100 lebih anak yang hadir dalam event yang berlangsung setiap Ahad tersebut. Hampir semuanya mengaku enjoy.
KLG sempat vakum selama pandemi. Kegiatan dialihkan pada tanggap darurat Covid-19. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar untuk membuat face shield guna disumbangkan ke tenaga medis seluruh Indonesia. Ketika kasus melandai, KLG pun diaktifkan lagi.
’’Tiap pekan tema tidak sama. Tapi, permainan tradisional selalu dihadirkan,’’ kata Irfandi. Misalnya, egrang, kelompen tali, kelompen panjang, lompat telapak kaki, dan gancetan.
Kemarin (24/10) tema yang diusung adalah Dolanan Banyu atau Bermain Air. Anak-anak dan keluarga mereka bisa berpartisipasi dalam permainan tersebut. Mereka juga bisa belajar secara langsung hal-hal terkait dengan air. Misalnya, bermain perahu tiup di air, bermain kapal gedebok, hingga menangkap ikan. Peserta menangkap ikan bukan di kolam air bersih. Melainkan di kubangan yang merupakan kolam berlumpur yang didesain khusus untuk menangkap ikan.
Meski mengalami kesulitan, anak-anak tetap bahagia. Saling membantu dan bekerja sama dalam memainkan permainan lama tersebut. Itu sesuai dengan misi permainan, yakni menumbuhkan kebersamaan, kekompakan, saling peduli, dan membantu di kala menjalankan permainan.
Hal yang jarang ditemui saat anak-anak bermain dengan gawai. Suasana pedesaan yang begitu kental membuat anak-anak betah. Apalagi, area KLG begitu teduh.
Untuk acara yang berlangsung setiap pekan, tidak ada biaya yang ditetapkan. Parkir pun sukarela. Hanya, jika ada sekolah atau komunitas yang hendak menggunakan KLG selain Minggu, mereka dikenai biaya. Dana yang masuk dikelola Yayasan KLG yang diketuai Irfandi.
Irfandi yang juga founder Gerakan Darjoisme menyatakan, teknologi ponsel pintar dan era serbuan media sosial membuat hidup masyarakat lebih banyak dikuasai gawai mereka. Kepedulian pada orang sekitar berkurang. Mereka lebih berfokus pada orang di dunia maya. ’’Masyarakat aktif bermedia sosial. Namun, kehilangan jiwa sosial,’’ ujar peraih penghargaan Pemuda Pelopor 2020–2021 itu.
Selain menjaga agar permainan tradisional tak punah, KLG membuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan. Pengunjung bisa mengoleksi langsung permainan tradisional yang dipasarkan di sana. Mulai kitiran bambu, kitiran klutuk, toktok, hingga gasing bunyi. Termasuk tekotek, seruling suit, dan bola bekel.
’’Dengan mainan ini, anak-anak makin mengenal beragamnya permainan tradisional,’’ lanjut alumnus Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (2021) tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022