
Pilih aktivitas yang aman seperti jogging untuk menjaga kesehatan jantung. (Freepik)
JawaPos.com- Bagi banyak orang, kembali berolahraga setelah mengalami serangan jantung bisa menjadi tantangan tersendiri. Ketakutan akan risiko yang lebih besar kerap menghantui, namun faktanya, aktivitas fisik justru menjadi bagian penting dari pemulihan dan pencegahan serangan jantung berulang.
Rutin berolahraga membantu memperkuat jantung, membuatnya lebih efisien dalam memompa darah, serta menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu, olahraga berperan dalam memperlambat perkembangan penyakit jantung dengan mengatasi faktor risiko utama seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Meskipun pasien penyakit jantung perlu berolahraga dengan hati-hati, aktivitas fisik yang ringan tetap dapat dimasukkan ke dalam rutinitas untuk mendukung kesehatan jantung secara aman. Para ahli kesehatan merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga sedang per minggu bagi individu dengan masalah jantung.
Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan bagi penderita penyakit jantung:
1.Jalan kaki
Jalan kaki adalah salah satu latihan paling aman dan direkomendasikan bagi penderita penyakit jantung. Aktivitas ini mudah dilakukan, tidak membutuhkan peralatan khusus, dan bisa dimulai dengan berjalan selama 5–10 menit, kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga 30 menit per hari. Berjalan di area yang permukaannya datar, seperti taman atau sekitar rumah, adalah pilihan terbaik.
2. Jogging atau berlari
Bagi mereka yang terbiasa berlari sebelum mengalami serangan jantung, aktivitas ini masih bisa dilakukan dengan catatan dimulai dari intensitas rendah. Mulailah dengan berjalan cepat atau jogging ringan selama 5–10 menit per hari, kemudian tingkatkan durasinya hingga 30–60 menit secara bertahap. Hindari olahraga kompetitif yang dapat memberi tekanan berlebih pada jantung.
3. Renang
Berenang adalah olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan jantung karena tidak menyebabkan peningkatan suhu tubuh secara drastis. Mulailah dengan sesi renang perlahan selama beberapa menit dan tingkatkan hingga 30 menit per sesi, sebanyak lima kali seminggu.
4. Bersepeda
Bersepeda, baik di luar ruangan maupun menggunakan sepeda statis, merupakan aktivitas fisik yang ramah bagi penderita penyakit jantung. Pastikan untuk tidak bersepeda saat cuaca terlalu panas guna menghindari lonjakan tekanan darah. Jika dilakukan di dalam ruangan, olahraga ini bisa lebih nyaman sambil mendengarkan musik atau menonton acara favorit.
5. Yoga
Yoga dapat membantu melatih fleksibilitas otot dan memberikan efek relaksasi yang bermanfaat bagi penderita penyakit jantung. Jenis yoga yang direkomendasikan adalah yang berfokus pada peregangan dengan gerakan lambat, seperti yin yoga. Hindari jenis yoga yang terlalu intens atau meningkatkan suhu tubuh secara signifikan.
6. Menari

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
