
ilustrasi orang yang jantungnya lemah. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembang, termasuk menyebabkan berat badan sulit naik dan perkembangan lebih lambat dibandingkan anak seusianya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, mengatakan kondisi ini terjadi karena tubuh anak membutuhkan energi lebih besar untuk mendukung kerja jantung dan pernapasan.
“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” jelas dr. Putri, Rabu (8/4).
Baca Juga:Sambut Baik Gencatan Senjata AS dan Iran, PBB Minta Semua Pihak Patuhi Hukum Internasional
Ia menerangka, PJB merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah terjadi sejak dalam kandungan. Kondisi ini membuat jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada trimester kehamilan.
Secara umum, PJB terbagi menjadi dua jenis. Pertama, PJB non-sianotik atau tidak biru yang paling sering ditemukan. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah masih cukup sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contohnya adalah defek septum atrium (ASD) dan defek septum ventrikel (VSD), yaitu adanya lubang pada sekat jantung.
Kedua, PJB sianotik atau tipe biru yang lebih serius. Kondisi ini terjadi karena percampuran darah rendah oksigen dengan darah kaya oksigen sehingga suplai oksigen ke tubuh berkurang.
“Pada kondisi ini biasanya muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan. Gejala tersebut bisa semakin terlihat saat anak menangis atau kelelahan,” jelas dr. Putri.
Contoh kondisi ini antara lain Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar.
Adapun gejala penyakit jantung bawaan dapat muncul sejak bayi lahir maupun saat anak bertambah usia. Pada bayi, tanda yang perlu diwaspadai antara lain menyusu terputus-putus atau berkeringat saat menyusu, berat badan sulit naik, sering mengalami infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek berulang, serta bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
Sementara pada anak yang lebih besar, gejalanya meliputi mudah lelah saat bermain atau berolahraga, pertumbuhan lebih lambat dibandingkan teman sebaya, nyeri dada atau jantung berdebar, ujung jari membulat (clubbing finger), serta perubahan warna kebiruan pada bibir atau ujung jari saat kelelahan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
