Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 April 2026, 20.43 WIB

Mengenal Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembangnya

ilustrasi orang yang jantungnya lemah. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang jantungnya lemah. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembang, termasuk menyebabkan berat badan sulit naik dan perkembangan lebih lambat dibandingkan anak seusianya.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, mengatakan kondisi ini terjadi karena tubuh anak membutuhkan energi lebih besar untuk mendukung kerja jantung dan pernapasan.

“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” jelas dr. Putri, Rabu (8/4).

Ia menerangka, PJB merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah terjadi sejak dalam kandungan. Kondisi ini membuat jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada trimester kehamilan.

Secara umum, PJB terbagi menjadi dua jenis. Pertama, PJB non-sianotik atau tidak biru yang paling sering ditemukan. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah masih cukup sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contohnya adalah defek septum atrium (ASD) dan defek septum ventrikel (VSD), yaitu adanya lubang pada sekat jantung.

Kedua, PJB sianotik atau tipe biru yang lebih serius. Kondisi ini terjadi karena percampuran darah rendah oksigen dengan darah kaya oksigen sehingga suplai oksigen ke tubuh berkurang.

“Pada kondisi ini biasanya muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan. Gejala tersebut bisa semakin terlihat saat anak menangis atau kelelahan,” jelas dr. Putri.

Contoh kondisi ini antara lain Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar.

Adapun gejala penyakit jantung bawaan dapat muncul sejak bayi lahir maupun saat anak bertambah usia. Pada bayi, tanda yang perlu diwaspadai antara lain menyusu terputus-putus atau berkeringat saat menyusu, berat badan sulit naik, sering mengalami infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek berulang, serta bibir atau ujung jari tampak kebiruan.

Sementara pada anak yang lebih besar, gejalanya meliputi mudah lelah saat bermain atau berolahraga, pertumbuhan lebih lambat dibandingkan teman sebaya, nyeri dada atau jantung berdebar, ujung jari membulat (clubbing finger), serta perubahan warna kebiruan pada bibir atau ujung jari saat kelelahan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore