
Timnas U-16 akan memulai perjuangan mereka di Piala Asia U-16 melawan Iran.
JawaPos.com - Timnas U-16 akan segera mengawali perjuangan besar mereka di Piala Asia U-16 2018. Iran yang akan jadi lawan pertama tim Garuda Asia punya keunggulan postur tubuh. Namun, pelatih Fakhri Husaini sudah menyiapkan antisipasi. Fakhri mengakui telah mengantongi kekuatan dan kelemahan calon lawan skuad asuhannya.
Laga lawan Iran ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Jumat (21/9) besok. Sebuah laga pembuka yang pasti tidak mudah bagi Bagas Kahfa dan kolega. Namun, bukan tidak mungkin bisa meraih hasil positif.
Memang, selama ini David Maulana dkk belum pernah bertemu Iran. Karena itu Fakhri menekankan, bahwa timnya harus mewaspadai keunggulan postur lawan. Sebab, dari hasil pengamatannya, secara individu tidak ada pemain Iran yang harus mendapat perhatian khusus dari pelatih asal Aceh itu.
''Mereka (Iran) punya postur yang lebih tinggi dari kita,'' kata Fakhri saat ditemui Jawa Pos di sela sesi latihan di Lapangan UM B, Kuala Lumpur, Rabu (19/9). ''Saya yakin mereka akan memanfaatkan keunggulan itu (postur, red). Mereka tidak ada yang menonjol. Mereka bermain layaknya sebuah tim.''
Mantan gelandang Timnas Indonesia ini pun sudah mengantisipasi keunggulan lawan tersebut. Dalam sesi latihan kemarin, Fakhri lebih banyak menerapkan materi bertahan dan upaya yang harus dilakukan ketika kehilangan bola.
Fakhri menyadari, kalau Iran punya pengalaman dan reputasi yang lebih bagus di ajang Piala Asia. Iran adalah runner up di Piala Asia edisi sebelumnya.
Namun, bukan berarti Timnas kalah kelas. Untuk mengimbangi kekuatan Iran, Fakhri sudah mengantisipasinya dengan menjajal kekuatan Oman di laga uji coba pada 12 September lalu.
Nah, pada uji coba tersebut, tim Garuda Asia berhasil menahan imbang Oman dengan skor 3-3. Meski tidak 100 persen merepresentasikan kekuatan Iran, setidaknya Sutan Zico dan kawan-kawan punya gambaran saat menghadapi tim dengan tipikal yang sama.
”Paling tidak kami tahu cara main mereka, determinasi mereka, termasuk provokasi-provokasi yang mereka lakukan,” jelas Fakhri.
Sayang, dalam duel perdana besok, Timnas terancam turun tanpa winger andalan, M. Supriadi. Pemain bernomor punggung 11 itu belum sembuh total dari cedera lutut yang dialami. Kemarin, pemain asli Surabaya itu juga melakoni latihan terpisah. Dia hanya bergabung saat tim melakukan mini games.
”Saya masih akan memonitor kondisi Supriadi sampai besok (hari ini, red),” ujar pelatih berusia 53 tahun itu.
Hal senada disampaikan dokter Timnas U-16 Dicky Mohammad Shofwan. ”Memang sudah ada perkembangan dari kondisi Supriadi. Tetapi untuk lawan Iran nanti saya belum merekomendasikan dia untuk turun” tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022