alexametrics

Lebih dari Sekadar Ganti Logo dan Jersey

10 Januari 2021, 11:44:29 WIB

JawaPos.com – Logo sudah berubah, dari garuda ke harimau. Begitu pula warna jersey, dari merah-putih-hitam ke biru-putih. Kedua perubahan yang dilakukan Prawira Bandung memang mengacu pada simbol identik klub sepak bola legendaris Persib Bandung.

Sebab, klub basket tersebut kini bernaung di bawah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan yang juga menaungi Persib. Persib dinaungi PBB sejak 2009. Adapun Prawira baru pada 2018.

”Kami memilih basket (untuk diakuisisi, Red) karena basket merupakan olahraga tim terpopuler kedua setelah sepak bola,” kata Teddy Tjahjono, direktur utama (Dirut) PT PBB. PBB tentu tak mau klub binaan mereka sekadar ikut meramaikan Indonesian Basketball League (IBL). Mesti bisa seperti si ”saudara tua”: berprestasi dan punya basis pendukung besar.

Karena itu, perubahan yang dilakukan sudah pasti tak semata menyangkut logo dan jersey. Sisi manajerial dan keuangan juga ikut dibenahi. Untuk itu, PBB pun punya dua tim berbeda untuk menangani Persib dan Prawira.

Ambisi sama besarnya juga diusung Bali United Basketball Club. Sebagaimana Persib, kesuksesan tim sepak bola Bali United jadi acuan. Diakuisisi dari Persisam Samarinda pada 2015, Bali United sukses menjuarai Liga 1 empat tahun kemudian.

Klub berjuluk Serdadu Tridatu itu juga berhasil membentuk fan base yang kuat serta jadi klub satu-satunya di Indonesia dan Asia Tenggara yang melantai di bursa saham. ”Kami tak hanya ingin berprestasi di lapangan, tapi juga pusat pertumbuhan bakat-bakat basket di Indonesia,” kata Presiden Bali United Basketball Club Philmon Tanuri.

Bali sendiri dikenal kerap melahirkan pebasket yang kemudian malang melintang di perbasketan nasional. Di antaranya, Tri Adnjana Adiloka, Putu Donnie Hermana, dan Cokorda Raka Satria Wibawa.

Baca juga: Sukses di Lapangan Hijau, Arena Basket, dan Layar Konsol

Keseriusan Bali United sudah teruji saat seleksi masuk IBL. Bersaing bersama West Bandits Solo, Teruna Jayapura, dan Mountain Gold Basketball Timika, mereka harus menjalani proses asesmen hingga verifikasi ketat.

Hasilnya, hanya Bali dan West Bandits yang lolos. Sementara itu, Mountain Gold kemudian merger dengan NSH. Diketahui, dalam satu musim, setiap klub harus merogoh kocek yang tak sedikit. Kisarannya kurang lebih Rp 10 miliar.

JADI PARAMETER: Tim sepak bola Bali United. Tim ini menjuarai Liga 1 2019. Tim basketnya yang akan berkompetisi di IBL diharapkan juga berprestasi. (ALIT BINAWAN/JAWA POS RADAR BALI)

Dana tersebut dikeluarkan untuk banyak hal. Mulai gaji pemain-ofisial, penyedian mess-lapangan, pemenuhan gizi-nutrisi, hingga transportasi.

Dirut IBL Junas Miradiarsyah menyebutkan, pihaknya memang tidak ingin asal untuk memilih klub yang bergabung. ”Apa yang dilakukan Bali United bisa menjadi hal postif untuk perkembangan basket di Pulau Dewata,” tuturnya.

Dengan adanya Bali United, Bali kini punya dua klub basket profesional. Satu tim lagi adalah Merpati Bali, tim basket putri yang menjuarai Srikandi Cup musim 2018/2019.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : raf/c13/ttg


Close Ads