JawaPos Radar

Liga 1 2018

Skuad Persebaya Terus Digembleng Djanur Lewat '3 on 3'

08/09/2018, 11:25 WIB | Editor: Agus Dwi W
persebaya surabaya
Djadjang Nurdjaman terus memberikan sentuhannya terhadap permainan Persebaya Surabaya. (persebaya.id)
Share this image

JawaPos.com - Kehadiran Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih anyar  memang memberi gairah yang berbeda kepada skuad Persebaya Surabaya. Sejumlah materi latihan yang lebih segar disajikan eks pelatih Persib Bandung ini. Termasuk ketika memimpin latihan rutin di lapangan Jenggolo, Jumat (7/9) kemarin.

Skuad Green Force –julukan Persebaya- melahap materi latihan anyar yang diberikan Djadjang. Materi itu layaknya 3 on 3 di bola basket. Latihan dilakukan di kotak penalti. Setiap tim berisi empat pemain. Yakni satu kiper plus tiga pemain. Nah, tiga pemain inilah yang saling beradu skill untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Dalam materi itu, baik Djadjang maupun asisten pelatih Bejo Sugiantoro tak pernah berhenti berteriak. Mereka meminta pemain untuk langsung menempel lawan yang membawa bola. Tidak memberi ruang gerak untuk membangun serangan. Tanpa ampun.

Sementara pemain yang membawa bola, dituntut berpikir cepat. Mencari cara untuk segera mengoper ke rekan satu tim. Membangun serangan untuk mencetak gol. Seluruh pemain bergantian melahap materi itu. Dari latihan itu, terlihat jelas permainan ngeyel khas Suroboyo mampu keluar.

Djanur, sapaan karibnya mengatakan, banyak hal yang dihasilkan dari latihan itu. “Ini lebih kepada strength. Sekaligus untuk mengasah taktikal individu pemain,” ungkap pelatih yang sebelumnya menangani PSMS Medan.

Pelatih 53 tahun itu memang tak menyebut secara gamblang apakah taktikal individu menjadi fokus pembenahan. Tapi, dia menilai latihan tersebut perlu dilakukan. Dia menganggap mengasah kekuatan fisik dan taktikal individu cukup krusial bagi skuad Persebaya.

“Bagaimana satu lawan satu. Dua lawan dua. Latihan ini juga membutuhkan kerja sama tim. Dalam sepak bola, hal seperti ini sangat dibutuhkan,” jelas pelatih asli Majalengka itu.

Dari latihan itu, pola membangun serangan dari kaki ke kaki sangat terlihat. Pemain juga diminta untuk tidak terlalu lama membawa bola. Langsung melakukan gangguan jika lawan membawa bola. Persis permainan ngeyel khas Suroboyo yang selama ini dilakoni di bawah komando Bejo.

“Dia (Djanur) memang suka memainkan bola dari kaki ke kaki,” kata gelandang Persebaya Robertino Pugliara.

Bejo menilai anak asuhnya cukup antusias melahap materi baru dari Djanur. “Saya melihat anak-anak begitu antusias di sesi latihan sejak coach Djanur bergabung. Kondisi pemain cukup kondusif,” ungkapnya.

Dengan waktu persiapan yang kian mepet, Djanur memang berharap agar skema yang sudah berjalan terus berlanjut. Hal itu akan dijadikan modal kala menjamu PS Tira pada Selasa (11/9) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kemenangan jelas menjadi target di laga perdana Djanur bersama Green Force.

Sayang, beberapa penggawa terancam tak bisa tampil. Bek Fandry Imbiri absen dalam latihan kemarin. Dia melakoni pemeriksaan karena mengalami cedera.

“Saya masih belum tahu seperti apa kondisinya. Semoga tidak ada yang serius,” katanya. Djanur memang berharap banyak kepada Fandry. Sebab, bek 27 tahun itu bakal menjadi tandem Otavio Dutra di jantung pertahanan.

Selain Fandry, Persebaya juga masih menunggu kondisi Raphael Maitimo. Sempat melakoni latihan penuh pada Rabu (5/9), pemain beradarah Belanda itu kembali menepi. Kemarin, dia melakoni latihan terpisah. “Maitimo sangat mungkin absen lawan PS Tira,” tambah Djanur.

Beruntug, absennya Maitimo tampaknya tidak begitu bermasalah. Sebab, di posisi gelandang masih banyak pemain yang bisa diturunkan. 

(gus)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up