
Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto. (Instagram @novarianto30)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto mengungkap dua kekurangan timnya usai merebut tempat ketiga Piala AFF U-19 2026. Dua kekurangan tersebut adalah masalah fisik dan keputusan akhir pemain di dalam lapangan.
Timnas Indonesia U-19 di bawah Nova Arianto keluar sebagai peringkat ketiga piala AFF setelah menumbangkan Kamboja U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Sabtu (13/6). Dalam laga tersebut, skuad Garuda Muda menang tipis 1-0 lewat gol Algazani Dwi Sugandi.
Pencapaian di Piala AFF tersebut menurun jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, di mana Timnas Indonesia U-19 merebut gelar juara. Akan tetapi, Nova Arianto tetap bersyukur dengan peringkat ketiga, karena telah melebihi dari target yang dicanangkan sejak awal.
“Saya bersyukur atas hasil ini. Tapi memang sekali lagi di awal, tujuan kita untuk mengikuti piala AFF ini adalah bagaimana kita ingin melihat secara kualitas tim ini ada di mana. Dan saya sangat bersyukur kita bisa tampil di sini,” kata Nova, dipetik Minggu (14/6/2026).
“Saya cukup senang dengan semua performa dari pemain yang kita bawa di sini karena mereka bisa berusaha tampil yang terbaik. Hasil ini tetap harus kita syukuri dan semoga semua evaluasi yang kita dapat di piala AFF ini bisa kita bawa, kita persiapkan lagi menuju ke kualifikasi,” tambah dia.
Nova menyadari penampilan anak asuhnya di ajang tersebut masih jauh dari kata sempurna. Eks tangan kanan Shin Tae-yong itu akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dalam tubuh Timnas Indonesia U-19 sebelum mengarungi kompetisi krusial Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
Nova menilai, kekuatan fisik masih menjadi kekurangan Timnas Indonesia U-19. Pelatih berkepala plontos itu bahkan menyebut fisik Putu Panji cs masih jauh dari kata siap untuk beraksi di turnamen selanjutnya. Lalu, yang menjadi sorotan lainnya adalah keputusan pemain dalam permainan.
“Setelah ini pastinya banyak evaluasi yang kita dapat selama pertandingan. Kalau kita bicara kekurangan pastinya secara evaluasi setelah ini kita akan coba berdiskusi lagi dengan pelatih. Tetapi kalau dari pengamatan saya di masalah fisik. Fisik pemain yang menurut saya masih belum siap ya untuk kita tampil di kualifikasi nanti karena kita bisa lihat secara performa mereka belum konsisten,” ungkap Nova.
“Dan yang kedua memang masalah keputusan mereka di lapangan, bagaimana dengan situasi yang berbeda pemain cukup lama dalam mengambil keputusan dan itu menjadi catatan besar kami dalam masalah physical dan masalah pemahaman bermain,” lanjut Nova.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022