
Taktik Bernardo Tavares gacor di Persebaya Surabaya saat hadapi PSIM Yogyakarta. (Persebaya)
JawaPos.com — Bernardo Tavares benar-benar terlihat menikmati momennya bersama Persebaya Surabaya saat Green Force menaklukkan PSIM Yogyakarta 3-0 pada pekan ke-18 Super League 2025/2026. Mode gaji lancar seolah membuat pelatih asal Portugal itu tampil totalitas, penuh energi, dan percaya diri menilai performa timnya.
Kemenangan tersebut diraih Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (25/1/2026), dengan dominasi yang semakin terasa pada babak kedua.
Bagi Tavares, skor 3-0 belum sepenuhnya mencerminkan keunggulan yang ditunjukkan Bruno Moreira dan kawan-kawan di atas lapangan.
Pelatih yang pernah menukangi PSM Makassar itu mengaku puas dengan perkembangan permainan timnya, terutama setelah turun minum. Intensitas, keberanian menyerang, dan efektivitas permainan dinilai meningkat signifikan.
"Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan," kata Tavares usai pertandingan.
Ia menilai kontribusi pemain pengganti ikut menjaga tempo dan kualitas permainan tetap stabil.
Kepercayaan diri Persebaya Surabaya semakin terlihat saat mereka terus menekan PSIM tanpa banyak memberi ruang bernapas. Transisi cepat dan keberanian menusuk pertahanan lawan menjadi senjata utama Green Force.
"Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang," tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut. Menurutnya, alur permainan sepenuhnya berada dalam kendali Persebaya Surabaya setelah jeda.
Meski menang telak, Bernardo Tavares menilai timnya sebenarnya mampu mencetak lebih banyak gol. Sejumlah peluang emas gagal berbuah tambahan angka di papan skor.
"Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang untuk para pemain," jelas Tavares. Ia menilai penyelesaian akhir masih bisa ditingkatkan agar dominasi permainan semakin maksimal.
Namun di balik kepuasan itu, Tavares tetap mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan konsistensi. Kemenangan besar tidak boleh membuat tim terlena.
"Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk," tegasnya.
Prinsip tersebut disebut menjadi pegangan utama dalam membangun mental jangka panjang tim.
Secara statistik, Persebaya Surabaya tampil cukup mentereng meski penguasaan bola hanya 20 persen. Efektivitas menjadi kunci, dengan 12 tembakan dilepaskan dan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
