
Anak-anak pejuang datang untuk hibur diri dengan menonton pertandingan Arema FC.
JawaPos.com - Ada yang berbeda di Stadion Kanjuruhan saat Arema akan menjamu Persela Lamongan, Sabtu (7/7) sore. Enam bocah berusia antara 3 hingga 9 tahun, yang mayoritas bertubuh kurus tampak menebar senyum. Mereka tampak antusias saat menjelajahi sudut-sudut Stadion Kanjuruhan. Mulai dari bench pemain, hingga tribun VVIP.
Enam anak yang mengenakan atribut Arema lengkap itu adalah suporter cilik Arema FC. Mereka merupakan pejuang kanker. Umumnya menderita leukimia.
Mereka menyaksikan dan mendukung langsung Singo Edan saat berlaga melawan Persela Lamongan. Keenamnya, duduk manis di tribun VVIP. Bisa dibilang, laga Arema FC kali ini lebih spesial. Karena didukung oleh suporter yang luar biasa.
Keenam anak-anak pejuang kanker ini adalah Nafis, Chico, Hazman, Rafif, Radit, dan Ali. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh orangtua, para medis, serta komunitas Sahabat Anak Kanker.
Hadirnya para Aremania pejuang kanker itu, merupakan bentuk tanggung jawab sosial manajemen Arema FC. Ketua Sahabat Anak Kanker, Nur Very Heni Susanto, senang dengan kesempatan yang diterima para pejuang cilik kanker kali ini.
Very mengaku bahwa ke depannya pihak Sahabat Anak Kanker akan membahas dan menyusun rencana agar tawaran ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Bagi dia, momen ini merupakan kesempatan untuk memberikan pengalaman pada para penyintas kanker, untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.
"Sehingga, mereka sama seperti teman-teman mereka di luar," beber Very.
Kegiatan ini, lanjut dia, juga sesuai dengan misi komunitas peduli kanker itu. Yakni, misi untuk terapi dengan bermain. Sehingga, para pejuang kanker bisa merasakan pengalaman sama seperti teman-teman sebayanya.
Tak hanya bagi para pejuang cilik, Very juga menyebut bahwa kegiatan ini ditujukan bagi para orangtua yang selama ini selalu setia mendampingi dan mendukung perjuangan anak dalam menghadapi penyakit mereka. Kegiatan ini, menurut Very, merupakan ajang untuk refreshing bagi orangtua.
Very mengaku, membawa para pejuang kanker ini ke Stadion Kanjuruhan, juga merupakan perjuangan tersendiri. Dia merasa harap-harap cemas dengan kondisi para pejuang kanker. Pasalnya, selama ini, ruang gerak mereka terbatas, karena faktor kesehatan.
"Ibaratnya, kami membawa bom nuklir. Membawa enam pasien kanker, kami harus sangat hati-hati. Makanya, tim medis juga turut serta dalam kegiatan ini," tandas dia.
Sementara itu, salah satu pemain, Hanif Sjahbandi, menyambut positif dukungan dan kunjungan para pejuang kanker itu. "Saya jadi lebih termotivasi untuk bermain. Mereka bisa hadir untuk dukung kami," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022