
General Manager Arema, Ruddy Widodo (tengah) siap menerima putusan Komdis dengan sejumlah parameter.
JawaPos.com - Manajemen Arema FC mengaku siap menerima apapun sanksi akibat peristiwa kericuhan yang terjadi saat laga Big Match antara Arema FC kontra Persib Bandung, Minggu (15/4) malam. Seperti diketahui, laga Arema vs Persib berakhir sebelum waktunya akibat sejumlah penonton memasuki lapangan di masa injury time.
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan, jika sanksi atau denda yang diterima terbilang masuk akal, pihaknya pasti akan menerima hal itu. Sebelumnya, ada beberapa kasus yang lebih parah dari kericuhan kemarin, dan hukuman yang diterima adalah denda uang.
"Ada dua case (kasus) yang lebih parah dari ini tahun lalu, nggak perlu saya sebutkan lah ya. Hukumannya juga denda uang. (Kalau) denda masih masuk akal, pasti Arema terima," ujarnya, Selasa (17/4).
Karena itu, manajemen Arema akan menggunakan dua kasus tersebut sebagai parameter saat keputusan sanksi sudah diberikan. Sebagai perbandingan apakah sanksi yang mereka terima nanti memang pantas atau tidak.
"Bandingannya dua case tahun lalu, lebih parah. Parameternya itu. Kalau dihukum sama atau lebih ringan ya diterima," kata dia.
Ruddy menambahkan, pemicu peristiwa tersebut memang murni dikarenakan kekecewaan Aremania, sebutan pendukung Arema FC. Mereka mungkin terpancing dengan sejumlah putusan wasit selama pertandingan berlangsung. Apalagi hasil akhir Arema gagal meraih kemenangan.
Dia menambahkan, peristiwa tersebut tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang berbau politik. "Kabupaten Malang tidak ada agenda politik, jadi ini pure kekecewaan," lanjut dia.
Sementara itu, terkait kerugian, pihaknya masih belum memastikan berapa jumlahnya. Dalam pantauan JawaPos.com pada Senin (16/4), sejumlah kerusakan terjadi berbagai sudut Stadion Kanjuruhan. Mulai dari pagar, e-board, hingga pintu masuk stadion.
"Ada beberapa kerusakan belum diinventarisir. Secara kasat mata sih (kerusakan) LED, itu pun milik manajemen. Kemarin sempat dimatikan saat kericuhan," jelasnya.
Sementara untuk hukuman, pihaknya mengaku akan menyerahkan ke Komisi Disiplin (komdis) PSSI. Dengan catatan, sanksi yang diberikan tak lebih berat dari dua kasus yang disebut Ruddy sebelumnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
