Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 April 2018 | 01.56 WIB

Buntut Kericuhan di Kanjuruhan, Ada Fakta yang Terbuka dari Arema

Sebagian skuad Arema menengok salah satu korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. - Image

Sebagian skuad Arema menengok salah satu korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

JawaPos.com - Ada fakta baru di balik peristiwa kericuhan saat laga big match antara Arema FC dan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam lalu. Rupanya, tiket yang dibeli oleh para suporter untuk menonton laga tersebut tidak dibekali dengan asuransi. Hal ini dibenarkan oleh General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.


"Seharusnya sih memang ada asuransi, untuk antisipasi kejadian seperti ini," ujarnya saat menjenguk salah satu korban di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Selasa (17/4).


Dia mengatakan, asuransi tersebut sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun, memang masih belum berjalan. "Kalau (asuransi) untuk pemain wajib, kalau suporter (dulu) hanya himbauan. Nanti akan jadi bahan kajian," lanjut Ruddy.


Ruddy menambahkan, adanya asuransi memang penting. Apalagi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti insiden Minggu malam. Oleh karena itu, pihaknya akan kembali mengkaji terkait asuransi tersebut.


"Harus waspadai itu. Tidak minta (kerusuhan) terjadi lagi, tapi untuk jaga-jaga," terangnya.


Menurut Ruddy, sebenarnya asuransi itu sudah lama masuk dalam kajian manajemen. Hanya saja, pihaknya masih mencari produk yang pas untuk melindungi jika terjadi hal yang buruk. "Ini sudah lama direncanakan, tinggal mencari produk yang pas. Kami sedang mencari formula, kan banyak asuransi yang meng-cover ini," kata dia.


Karena tidak ada asuransi yang meng-cover para korban kericuhan, manajemen Arema pun bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya perawatan para korban. Selain menanggung biaya pengobatan, Arema juga memberikan dukungan moril dengan menengok para korban yang masih dirawat. Salah satunya seperti yang terlihat di RSSA Malang, Selasa (17/4). Ruddy bersama beberapa pemain Arema FC menjenguk salah satu korban yang sedang menjalani rawat inap di RSSA.


"Ini rasa empati pemain dan klub ke korban kejadian hari Minggu kemarin," ujarnya. "Toh mereka juga keluarga besar Arema. Mudah-mudahan dengan begini, harapannya bisa menambah semangat mereka di pertandingan selanjutnya."


Selain mengunjungi korban yang berada di RSSA, pihak Arema juga berencana akan menjenguk korban yang ada di tiga rumah sakit kabupaten, Rabu (18/4). Antara lain di Rumah Sakit Teja Husada, Wava Husada, dan RSUD Kanjuruhan Kepanjen.


"Besok kebetulan latihan di (stadion) Kanjuruhan. Sebelum latihan akan mengunjungi tiga Rumah Sakit yang ada di Kanjuruhan. Mudah-mudahan jadi spirit mereka di pertandingan selanjutnya," tandasnya.

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore