
Skuad Persebaya Surabaya sedang bersiap jelang laga hadapi Bhayangkara FC. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Badai cedera jelang lawan Bhayangkara FC benar-benar menguji ketenangan Bernardo Tavares dalam meramu skuad Persebaya Surabaya. Di tengah persiapan menuju pekan ke-21 Super League 2025/2026, pelatih asal Portugal itu dipaksa memutar otak demi menjaga asa Green Force tetap menyala di Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2).
Laga kandang ini sejatinya menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya untuk bangkit. Namun, situasi ruang ganti tak sepenuhnya ideal karena sejumlah pemain belum berada dalam kondisi kebugaran terbaik.
Persebaya Surabaya diterpa badai cedera dan gangguan kesehatan yang datang bersamaan dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat komposisi tim berpotensi berubah saat menghadapi Bhayangkara FC.
“Jadi, pada saat ini kami mengalami beberapa masalah dengan pemain yang mengalami diare, beberapa masalah dengan pemain yang terinfeksi virus, dan pemain lainnya ada yang cedera,” dikutip dari kanal media fanbase @emosijiwakucom.
Ucapan itu menggambarkan situasi pelik yang sedang dihadapi tim kebanggaan Bonek. Masalah kesehatan itu membuat staf pelatih harus bekerja ekstra memantau kondisi setiap pemain.
Fokus utama latihan pun bukan semata taktik, melainkan memastikan siapa saja yang benar-benar siap turun di pertandingan krusial nanti.
“Jadi, target pertama latihan hari ini (Selasa (11/2)) adalah mencoba melihat siapa saja pemain yang tersedia atau tidak untuk pertandingan berikutnya, dan juga mencoba mengerjakan beberapa hal yang menurut kami penting.”
“Hal-hal yang tidak kami lakukan dengan baik pada pertandingan terakhir yang menurut kami perlu ditingkatkan sebagai sebuah tim.”
Pernyataan itu menegaskan evaluasi internal tengah digenjot demi performa lebih solid.
Beberapa nama bahkan sudah absen pada laga sebelumnya akibat persoalan kebugaran. Toni Firmansyah dan Bruno Paraiba belum bisa tampil optimal saat tim membutuhkan tenaga terbaik mereka.
Selain itu, Mihailo Perovic sempat mengalami kebocoran di bagian kepala saat tampil pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Insiden tersebut tentu berdampak pada kondisi fisik jelang duel berikutnya.
Kondisi ini jelas bukan kabar yang menenangkan bagi suporter Persebaya Surabaya. Apalagi Bhayangkara FC datang dengan motivasi tinggi bersama pelatih Paul Munster yang tak asing dengan atmosfer kompetisi Indonesia.
Bernardo Tavares tak hanya dihadapkan pada badai cedera, tetapi juga catatan kurang menguntungkan saat berjumpa Paul Munster. Rekor pertemuan keduanya memberi gambaran duel sarat gengsi yang selalu berjalan ketat.
Total empat pertemuan saat Tavares masih menukangi PSM Makassar menghasilkan tiga hasil imbang dan satu kekalahan. Catatan itu membuat sang pelatih belum pernah meraih kemenangan saat berhadapan langsung dengan Munster.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
