Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Desember 2025, 13.59 WIB

Keluh Kesah Sumardji: Selain Alasan Teknis di SEA Games 2025, Merasa Dewi Fortuna Menjauh dari Timnas Indonesia

Manajer Timnas Indonesia Sumardji. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Manajer Timnas Indonesia Sumardji. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tim sepak bola Indonesia U-22 datang ke SEA Games dengan status juara bertahan. Alih-alih bisa mempertahankan gelar, langkah Ivar Jenner dkk malah terhenti di babak penyisihan grup. Gagal total.

Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia sekaligus manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji, merasa heran dengan hasil yang diperoleh tim Indonesia U-22 pada perhelatan SEA Games 2025 Thailand.

Menurut Sumardji, di atas kertas, materi pemain yang dimiliki tim Indonesia U-22 saat ini lebih baik dibandingkan skuad juara SEA Games 2023 Kamboja. Namun, hasilnya justru sangat mengecewakan.

Skuad SEA Games 2025 Thailand ditargetkan bisa menembus final. Di partai final, Indonesia minimal diminta menyumbangkan medali perak. Namun, alih-alih menembus final, Garuda Muda justru terkapar di fase grup.

Kegagalan itu bermula dari kekalahan 0-1 dari Filipina. Padahal, sebelumnya, di level U-22 maupun U-23, Indonesia selalu bisa mengalahkan Filipina. Kekalahan tersebut membuat situasi Indonesia menjadi sulit. Secara matematis, pada persaingan fase grup ketika itu, Indonesia harus menang minimal dengan selisih tiga gol saat berjumpa Myanmar.

Namun, faktanya, ketika berhadapan dengan Myanmar, Indonesia hanya bisa menang 3-1. Artinya, Indonesia hanya menang dengan selisih dua gol.

“Jujur, pengalaman saya membawa tim, yang paling susah dan paling tidak masuk akal ya di SEA Games kali ini. Dari segi persiapan, itu jauh lebih matang. BTN pun mencarikan lawan uji coba yang kualitasnya lebih baik. Kami datangkan Maladinda. Kualitas pemain yang dibawa pun luar biasa,” ujar mantan manajer tim Bhayangkara FC tersebut.

Skuad SEA Games 2025 diperkuat lima pemain naturalisasi, yakni Dion Markx (bek tengah), Ivar Jenner (gelandang), Mauro Zijlstra (penyerang), Rafael Struick (penyerang), dan Jens Raven (penyerang). Sementara itu, skuad juara SEA Games 2023 Kamboja sama sekali tidak diperkuat pemain naturalisasi.

“Yang saya juga heran, kualitas para pemain yang kita bawa ini luar biasa. Yang dulu-dulu pemain diaspora tidak ikut serta. Sekarang ikut. Kurang apa coba kami persiapkan itu semua. Dalam hati dan perasaan saya di awal, mestinya hasilnya baik. Paling tidak bisa final,” ungkap mantan Kapolresta Sidoarjo tersebut.

Sumardji juga kecewa dengan hasil pertandingan melawan Filipina dan Myanmar. “Selama ini di Asia Tenggara, gol lebih dari tiga. Namun, faktanya, kita justru kebobolan lebih dulu. Bahkan, untuk bisa mencetak gol awal saja susahnya minta ampun. Setelah kebobolan, untuk mengejar satu gol pun terasa sangat sulit,” imbuh Sumardji.

Menurut Sumardji, selain alasan teknis pada SEA Games 2025 Thailand, Indonesia juga dijauhi dewi fortuna (keberuntungan). “Menurut saya, keberuntungan benar-benar menjauh. Saya juga bingung. Makanya, sempat viral ketika saya termenung. Saya memang terlihat kaget-kaget. Menurut saya, ini aneh,” tandasnya.

Ia juga menyinggung soal pertandingan melawan Myanmar. Menurutnya, Indonesia seharusnya bisa mencatat clean sheet dan mencetak gol lebih dari tiga. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

“Saya juga terkejut-kejut ketika melawan Myanmar. Menurut saya, kita seharusnya bisa clean sheet dan mencetak gol lebih dari tiga,” kata anggota Exco PSSI tersebut.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore