
Persita Tangerang menjamu PSIM Jogjakarta di Indomilk Arena, laga klasik yang penuh sejarah. (www.instagram.com)
JawaPos.com-Setelah jeda internasional yang diwarnai kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026, kompetisi BRI Super League kembali bergulir. Salah satu laga yang menarik perhatian hadir dari pekan ke-9, saat Persita Tangerang menjamu tim promosi PSIM Jogjakarta di Indomilk Arena, Jumat (17/10) pukul 15.30 WIB.
Pertemuan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan pertemuan nostalgia dua klub bersejarah. Terakhir kali keduanya bentrok terjadi pada 2012 di semifinal Divisi Utama Liga Indonesia. Kala itu, Persita sukses mendominasi dengan memenangkan dua pertandingan atas Laskar Mataram.
Kini, setelah 13 tahun, duel klasik ini kembali hadir dengan nuansa yang berbeda. Pelatih Persita Carlos Pena memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap tampil.
Kemenangan atas Semen Padang pada laga tunda pekan keempat menjadi modal berharga bagi Pendekar Cisadane untuk menjaga tren positif. Saat ini, Persita mencatat empat kemenangan beruntun dan menempati posisi kedua klasemen dengan raihan 13 poin.
Meski demikian, dikutip dari website persitafc.com, Pena menegaskan timnya tidak ingin terlena.
“Kami bukan favorit dan tidak ingin mendengar kebisingan di luar. Masih terlalu dini melihat klasemen. Kami hanya ingin fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar Pena.
Pelatih asal Spanyol itu juga menekankan pentingnya kerja keras di setiap laga.
“Semua pemain tahu, kami harus memberikan 100 persen untuk meraih poin. Tidak ada laga mudah. Kami harus bermain dengan mentalitas tinggi, menghormati lawan, dan menikmati setiap hasil yang kami dapatkan,” tambah Pena.
Dari kubu tamu, PSIM datang dengan percaya diri tinggi setelah tampil solid di laga tandang musim ini. Meski begitu, mereka harus kehilangan gelandang asal Belanda, Donny Warmerdam, yang masih dibekap cedera.
Beberapa nama patut diwaspadai Persita, seperti Ze Valente, Nermin Haljeta, dan Anton Fase. Selain itu, dua mantan pemain Persita Ezequiel Vidal dan Fahreza Sudin kini berseragam PSIM dan tentu berpotensi memberi kejutan di pertandingan ini.
PSIM saat ini berada di peringkat ketiga klasemen dengan 12 poin dari tujuh laga. Dengan selisih satu poin di bawah Persita, pertandingan ini dipastikan akan berlangsung sengit.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
