Pegiat pendidikan dan sosial, Sekarwati merespons unggahan tersebut dengan menemui langsung Kurnia Meiga di kediamannya di Malang, Jawa Timur. Dia mengupayakan adanya solusi untuk Kurnia Meiga tanpa harus menjual barang-barang hasil kerja kerasnya selama menjadi tembok terakhir di bawah mistar gawang Timnas Indonesia.
"Sebagai penggemar bola dan wakil masyarakat Indonesia yang mencintai pahlawan olahraganya. Kisah heroik ini senantiasa mengingatkan kita bahwa kita butuh pahlawan di bidang apapun termasuk olahraga untuk mengangkat nama baik bangsa di tingkat dunia," kata Sekarwati kepada wartawan, Jumat (19/5).
Menurut dia, kondisi Kurnia Meiga sekarang adalah catatan kelam dunia olahraga tanah air. Karena masih ada atlet berprestasi harus hidup susah setelah tak lagi berkarir karena tak memiliki jaminan kesehatan.
"Ada kisah pilu dari mantan atlet yang harus hidup susah dan memprihatinkan karena musibah yang merenggut kesehatannya. Kisah ini mengingatkan kita ada masalah besar dalam penanganan kesejahteraan atlet Indonesia," ujarnya.
Perempuan yang juga menjadi Wasekjen DPP Partai Golkar itu mengatakan, akan mencarikan solusi terbaik untuk membantu menangani kesehatan Kurnia Meiga.
"Saya akan berupaya memediasikan kepentingan teman-teman atlet terkhusus yang pernah membawa harum nama bangsa dengan pemerintah dan DPR RI," jelasnya.
Sekarwati berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap atlet-atlet Indonesia agar kesejahteraannya lebih terjamin. "Jangan sampai, insiden seperti ini menyurutkan semangat calon atlet bertumbuh," pungkasnya.
Kurnia Meiga sendiri sempat mengunggah pertemuan dengan Sekarwati melakui akun Instagram @egahermansyah. Dia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberika.
"Alhamdulillah, dipertemukan ibu @sekar_sekarwati yang super baik dan hangat. Terimakasih banyak Ibu atas waktu, perhatian, dan kesediaannya bersilaturahmi dengan keluarga saya. Sehat selalu Ibu beserta keluarga. Aamiin," tulisnya.