Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 00.20 WIB

Timnas Indonesia U-23 Siapkan Dua Senjata Rahasia Hadapi Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025

Timnas Indonesia U-23 vs Timnas U-23 Thailand dalam pertandingan semifinal Piala AFF U-23 2025 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Timnas Indonesia U-23 vs Timnas U-23 Thailand dalam pertandingan semifinal Piala AFF U-23 2025 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com—Timnas Indonesia U-23 menyimpan dua senjata rahasia yang membuat Vietnam ketar-ketir jelang partai puncak Piala AFF U-23 2025. Laga panas ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), hari ini Selasa (29/7) pukul 20.00 WIB.

Media Vietnam, The Thao 247, bahkan secara khusus membedah strategi tak biasa dari pelatih Garuda Muda, Gerald Vanenburg. Dua senjata ini dinilai bisa jadi pembeda yang membuat Timnas U-23 berpeluang besar membalas kekalahan dua tahun lalu.

Strategi pertama yang dianggap sangat berbahaya adalah lemparan jauh dari Robi Darwis. Umpan panjang dengan tangan ini dianggap seperti bola mati yang bisa langsung mengancam jantung pertahanan lawan.

Saat melawan Filipina, Robi menjadi pemicu terciptanya gol bunuh diri yang menentukan kemenangan Timnas Indonesia. Lemparan jauhnya tak bisa diantisipasi dengan baik oleh bek Young Azkals, Jaime Rosquillo.

Vietnam tentu tak mau mengulangi kesalahan yang dilakukan Filipina di semifinal lalu. Barisan belakang mereka harus ekstra waspada bila Robi mengambil lemparan dari sisi kiri atau kanan pertahanan.

Lemparan ke kotak penalti itu bisa menjadi peluang emas yang diselesaikan pemain-pemain bertipikal predator seperti Jens Raven. Jika pertahanan Vietnam terlambat bereaksi, satu gol bisa langsung tercipta hanya dari throw-in.

Strategi ini memang sederhana tapi sangat efektif jika dimanfaatkan dengan tepat. Dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, Robi bahkan lebih ditakuti daripada pengambil tendangan sudut.

Senjata kedua yang membuat Vietnam tak bisa tidur nyenyak adalah keputusan taktis Vanenburg dalam memainkan pemain di luar posisi aslinya. Strategi out of the box ini terbukti sukses saat semifinal melawan Thailand.

Saat tertinggal 0-1 dari Gajah Perang, Vanenburg membuat langkah mengejutkan dengan memasukkan pemain-pemain bertahan. Tapi uniknya, peran mereka tidak sesuai posisi normal di atas kertas.

Muhammad Ferarri, yang biasanya menjadi bek tengah, ditempatkan sebagai striker. Sedangkan Brandon Scheunemann, yang lebih sering bermain sebagai bek kanan atau bek tengah, dipasang sebagai gelandang bertahan.

Perubahan ini sempat membuat Thailand bingung karena tidak bisa membaca permainan Garuda Muda. Alhasil, Timnas Indonesia mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan Jens Raven yang membawa laga ke adu penalti.

Keputusan ini menjadi perhatian serius dari kubu Vietnam. Mereka khawatir dengan fleksibilitas taktik yang bisa mengubah arah permainan dalam waktu singkat.

Dalam adu penalti melawan Thailand, mental pemain Timnas Indonesia juga terbukti lebih siap. Mereka menang 7-6 setelah adu penalti yang sangat menegangkan di mana kiper menjadi penentu akhir.

Kemenangan atas Thailand bukan hanya hasil keberuntungan, tapi juga bukti cerdiknya strategi Vanenburg. Permainan dinamis dan penuh kejutan bisa menjadi kekuatan utama Garuda Muda di laga final nanti.

Vietnam tentu sudah belajar dari pertemuan dua tahun lalu ketika mereka mengalahkan Timnas Indonesia di partai puncak. Tapi kali ini, situasinya jauh berbeda karena pertandingan digelar di kandang sendiri, SUGBK.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore