Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 21.08 WIB

Persebaya Surabaya Kian Melempem, Andai Saja Dapat Pelapis Francisco Rivera

Pemain Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. (Istimewa) - Image

Pemain Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. (Istimewa)

JawaPos.com – Persebaya Surabaya makin terperosok menjalani putaran kedua Liga 1 Indonesia musim ini. Mereka kembali dipermalukan dan kali ini giliran Malut United.

Dalam duel yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (17/1) sore, Green Force menyerah 0-2 dari tamunya tersebut. Ironis, kegagalan itu menjadi kekalahan pertama Persebaya di kandang musim ini.

Kekalahan itu sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun skuad asuhan Paul Munster. Mereka sebelumnya kandas saat menjalani laga tandang kontra Bali United dan PSS Sleman.

Tapi, yang menjadi sorotan adalah permainan Persebaya yang tampak kurang taktis dari sebelumnya. Banyak peluang tercipta, namun gagal dikonversi menjadi gol.

Banyak pihak berspekulasi, khususnya Bonek maupun Bonita selaku pendukung setia Persebaya. Kurang tajamnya peluang lantaran absennya sang jenderal lapangan tengah, Francisco Rivera, yang masih terkendala masalah kebugaran.

Ketiadaan gelandang asal Meksiko itu di lini tengah Persebaya membuat permainan Green Force tampak berubah. Tak ada lagi aliran deras dalam menciptakan peluang sekaligus mengatur tempo permainan.

Di laga kontra Malut United, Paul Munster memberikan kepercayaan kepada Mohammed Rashid, Toni Firmansyah, dan Kadek Raditya yang di luar dugaan menjadi gelandang bertahan.

Bukan mengecilkan peran ketiga pemain itu saat bentrok dengan Malut United, tapi permainan Persebaya tampak monoton tanpa Rivera. Permainan Green Force mungkin lebih hidup andai saja Rivera bugar untuk menjalani duel tersebut.

Namun, apa boleh dikata, Rivera masih menjalani proses pemulihan. Dan, belum diketahui sampai kapan gelandang berusia 30 tahun itu bakal dimainkan Paul Munster.

Pertanyaannya kini, kenapa manajemen maupun staf pelatih tidak memanfaatkan bursa transfer paruh musim untuk mencari playmaker pelapis Rivera.

Persebaya justru merekrut pemain asing, seperti Dime Dimov sebagai pemain bertahan, serta Dejan Tumbas sebagai pemain bernaluri menyerang.

Padahal, secara statistik di putaran pertama musim ini, lini pertahanan Persebaya sangat solid ketika Paul Munster menduetkan Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya. Kini, Persebaya bergantung kepada Damjanovic dan Dimov. Sementara Tumbas lebih diprioritaskan di lini serang. Ia bisa main di posisi sayap kanan atau sebagai target man.

Andai saja Persebaya memilih playmaker, mungkin ceritanya akan berbeda. Dan, mayoritas Bonek menyesali kebijakan itu. Mereka kini tinggal berharap sang jenderal pulih secepatnya.

“Cedera opo cak, kok cek suwene,” ujar @cri***

“Jadi kangen mbi ze valente,” lanjut @nap***

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore