
Pemain Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. (Istimewa)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya makin terperosok menjalani putaran kedua Liga 1 Indonesia musim ini. Mereka kembali dipermalukan dan kali ini giliran Malut United.
Dalam duel yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (17/1) sore, Green Force menyerah 0-2 dari tamunya tersebut. Ironis, kegagalan itu menjadi kekalahan pertama Persebaya di kandang musim ini.
Kekalahan itu sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun skuad asuhan Paul Munster. Mereka sebelumnya kandas saat menjalani laga tandang kontra Bali United dan PSS Sleman.
Tapi, yang menjadi sorotan adalah permainan Persebaya yang tampak kurang taktis dari sebelumnya. Banyak peluang tercipta, namun gagal dikonversi menjadi gol.
Banyak pihak berspekulasi, khususnya Bonek maupun Bonita selaku pendukung setia Persebaya. Kurang tajamnya peluang lantaran absennya sang jenderal lapangan tengah, Francisco Rivera, yang masih terkendala masalah kebugaran.
Ketiadaan gelandang asal Meksiko itu di lini tengah Persebaya membuat permainan Green Force tampak berubah. Tak ada lagi aliran deras dalam menciptakan peluang sekaligus mengatur tempo permainan.
Di laga kontra Malut United, Paul Munster memberikan kepercayaan kepada Mohammed Rashid, Toni Firmansyah, dan Kadek Raditya yang di luar dugaan menjadi gelandang bertahan.
Bukan mengecilkan peran ketiga pemain itu saat bentrok dengan Malut United, tapi permainan Persebaya tampak monoton tanpa Rivera. Permainan Green Force mungkin lebih hidup andai saja Rivera bugar untuk menjalani duel tersebut.
Namun, apa boleh dikata, Rivera masih menjalani proses pemulihan. Dan, belum diketahui sampai kapan gelandang berusia 30 tahun itu bakal dimainkan Paul Munster.
Pertanyaannya kini, kenapa manajemen maupun staf pelatih tidak memanfaatkan bursa transfer paruh musim untuk mencari playmaker pelapis Rivera.
Persebaya justru merekrut pemain asing, seperti Dime Dimov sebagai pemain bertahan, serta Dejan Tumbas sebagai pemain bernaluri menyerang.
Padahal, secara statistik di putaran pertama musim ini, lini pertahanan Persebaya sangat solid ketika Paul Munster menduetkan Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya. Kini, Persebaya bergantung kepada Damjanovic dan Dimov. Sementara Tumbas lebih diprioritaskan di lini serang. Ia bisa main di posisi sayap kanan atau sebagai target man.
Andai saja Persebaya memilih playmaker, mungkin ceritanya akan berbeda. Dan, mayoritas Bonek menyesali kebijakan itu. Mereka kini tinggal berharap sang jenderal pulih secepatnya.
“Cedera opo cak, kok cek suwene,” ujar @cri***
“Jadi kangen mbi ze valente,” lanjut @nap***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
