
Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, saat bersama Ramadan Sananta. Ong menyebut suporter sepak bola Indonesia begitu fanatik. (LIB)
JawaPos.com – Pelatih baru Persis Solo, Ong Kim Swee, nampaknya sudah tak sabar lagi menjalani debut di kompetisi BRI Liga 1 2024/2025. Tak hanya berbicara tentang taktik dan strategi di lapangan, nampaknya Ong Kim Swee tak sabar untuk segera merasakan atmsofer fanatisme suporter di Indonesia.
Pelatih asal Malaysia itu berbicara tentang pentingnya dukungan suporter. Menurutnya, dukungan suporter di Indonesia sangat fanatik dan ini adalah kekuatan bagi tim, khususnya bagi Laskar Sambernyawa.
“Pengalaman saya di Indonesia atau di Malaysia, ataupun timnas bermain, suporter Indonesia ini lebih fanatik. Dan, bagi saya ini suatu kelebihan untuk setiap tim. Ini pasti akan membantu Persis jika semua suporter bersatu dan memberikan motivasi untuk tim,” kata Ong Kim Swee.
Dia juga mengakui kekuatan suporter sebagai pemain ke-12 di sepak bola. “Saya percaya dalam sepak bola, bukan hanya ada 11 pemain yang menentukan kejayaan, tapi para pendukung juga memainkan peranan yang amat penting,” dia menambahkan.
Ong Kim Swee juga menanggapi tentang bagaimana dirinya menangani tekanan. Menurutnya, dalam sepak bola tekanan adalah hal yang wajar.
Dia juga memahami suporter yang menginginkan kemenangan.
“Dalam sepak bola, senantiasa ada tekanan, baik ketika menang atau kalah. Jadi yang penting adalah saya mengerti para pendukung yang menginginkan kejayaan. Itu tentu merupakan prioritas kita. Saya harus menerima tekanan dimana dalam sepak bola, di mana dalam sepak bola ada hasil yang mengecewakan, tetapi bukan artinya kita akan tidak akan terus kecewa,” ucap mantan pelatih timnas Malaysia U23 di ajang SEA Games 2011 silam itu.
Ong Kim Swee yang juga pernah menjadi Direktur Teknik timnas Malaysia menegaskan Persis harus dapat segera membaik. “Kita harus bangkit apabila kita menerima hasil tidak baik,” pungkasnya.
Ong Kim Swee sendiri hadir di Persis Solo menggantikan peran pelatih transisi Persis, yakni M Hanafing Ibrahim.
Pelatih berusia 53 tahun tersebut memang bukanlah nama asing di kancah sepak bola Asia Tenggara, khususnya Malaysia.
Memiliki pengalaman kepelatihan selama 20 tahun yang dalam tiga tahun terakhir telah dia habiskan menjadi pelatih kepala klub kontestan Malaysia Super League, Sabah FC.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
