
CIAMIK: Desain ciamik yang syarat sejarah dari Persedikab Kediri memberikan makna tersendiri bagi pencinta sepak bola Indonesia. (Radar Kediri)
JawaPos.com — Jersey Persatuan Sepak Bola Kabupaten Kediri (Persedikab) telah menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena desainnya yang mencolok, tetapi juga karena inspirasinya yang luar biasa.
Terinspirasi dari sebuah ekspedisi sejarah yang dilakukan oleh Jawa Pos Radar Kediri pada 2019, jersey away Persedikab menjadi sebuah karya seni yang menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah daerah Kediri.
Desain jersey ini tidak sekadar sebuah motif, melainkan sebuah kisah yang ingin diabadikan dalam sehelai kain. Bergambar penuh ilustrasi, jersey ini menggambarkan Kali Serinjing yang memiliki makna mendalam dalam sejarah Kabupaten Kediri. Ini semua berawal dari gagasan dan kreativitas seorang desainer bernama Dimas Andhika, yang juga merupakan Media Officer (MO) Persedikab.
“Jersey away Persedikab ini malah terinspirasi dari Radar Kediri. Dari tulisan Ekspedisi Serinjing,” kata Media Officer (MO) Persedikab Dimas Andhika, yang ditemui di Stadion Canda Bhirawa, setelah pertandingan melawan PS Mojokerto Putra pekan lalu dikutip dari Radar Kediri.
Dimas menceritakan bahwa ide untuk desain jersey ini sudah muncul sejak musim sebelumnya, namun baru bisa direalisasikan pada musim ini. Ide tersebut muncul setelah dia mendapatkan inspirasi dari tulisan hasil Ekspedisi Serinjing yang dilakukan oleh tim Jawa Pos Radar Kediri. Ekspedisi tersebut merupakan upaya untuk menelusuri jejak sejarah terbentuknya wilayah Kediri, khususnya berkaitan dengan Sungai Serinjing yang memiliki peran penting dalam pengembangan wilayah tersebut.
Ekspedisi Serinjing sendiri merupakan sebuah perjalanan yang menelusuri jejak sejarah terbentuknya wilayah Kediri, dari masa tanah pardikan hingga pembentukan sistem pengairan yang dilakukan oleh Bagawanta Bhari. Sungai buatan yang dikenal sebagai Kali Serinjing menjadi salah satu ciri khas wilayah Kediri yang tetap bertahan hingga saat ini. Hasil dari ekspedisi ini kemudian dituangkan dalam tulisan yang dipublikasikan dalam Jawa Pos Radar Kediri.
Desain jersey away Persedikab menggambarkan dengan detail kisah Sungai Serinjing dan kehidupan masyarakat pada masa tersebut. Ilustrasi Kali Serinjing yang membelah wilayah Kabupaten Kediri menjadi salah satu poin penting dalam desain jersey ini. Dengan gambar sungai yang membujur hingga bagian bawah jersey, jersey ini mencoba menggambarkan filosofi aliran Sungai Serinjing yang memberi kehidupan bagi masyarakat sekitarnya. “Kali (Serinjing) tersebut menjadi salah satu objek penting di jersey,” aku Dimas.
Tidak hanya itu, di sekitar sungai tergambar pula petak-petak sawah dan tumbuhan yang menjulur dari atas ke bawah jersey. Hal ini mencerminkan peran Sungai Serinjing dalam mengairi sawah dan membuat tanah di sekitarnya menjadi subur. Di bagian tengah jersey terdapat gambar prajurit zaman kerajaan yang mengingatkan pada masa kejayaan wilayah Kediri. Gambar Candi Surowono di bagian bawah jersey juga menjadi simbol dari kekayaan budaya dan sejarah daerah Kediri.
“Lalu di tengah ada gambar prajurit zaman kerajaan,” terangnya. Tangannya menunjuk bagian paling bawah jersey yang ada gambar Candi Surowono.
Jersey away Persedikab ini menjadi yang pertama dengan full ilustrasi yang terinspirasi dari tulisan hasil Ekspedisi Serinjing di Jawa Pos Radar Kediri. Desain yang unik dan maknawi berhasil menarik minat banyak suporter, terbukti dari tingginya penjualan jersey ini. Hampir 200 jersey terjual hanya dalam pekan pertama, melebihi penjualan jersey home musim ini. “Jersey dengan full ilustrasi seperti ini jadi yang pertama buat Persedikab,” tambahnya.
Keberhasilan penjualan jersey ini juga memberikan dampak positif bagi Persedikab. Dengan pendapatan yang didapat, Persedikab dapat menyimpan lebih banyak uang untuk keperluan tim junior. Persedikab U-17 yang akan berlaga di Piala Soeratin U-17 Nasional serta tim Persedikab U-15 yang akan berlaga di semifinal Piala Soeratin U-15 Jawa Timur akan mendapatkan dukungan yang lebih besar berkat pendapatan dari penjualan jersey ini.
“Sekitar 70 persen penjualan jersey itu dari jersey away,” terangnya. “Jadi keuntungannya dapat digunakan untuk yang junior.”
Inspirasi dari sebuah ekspedisi sejarah telah menciptakan sebuah karya seni yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menggugah rasa bangga akan sejarah dan budaya daerah. Jersey away Persedikab bukan hanya sekadar seragam, melainkan sebuah medium untuk mengenang dan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah daerah Kediri kepada masyarakat luas. Sebuah karya yang layak diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi klub sepak bola lainnya untuk menggali potensi budaya dan sejarah daerah dalam desain jersey mereka.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
