Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 02.29 WIB

Tukang Masak Naik Haji: Kisah Inspiratif Masuah Marup, Puluhan Tahun Masak di Hajatan Orang, kini jadi Tamu Allah

Selama puluhan tahun, Masuah Marup Mawi, 73, menyisihkan rupiah demi rupiah dari keringatnya sebagai juru dapur di hajatan. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Selama puluhan tahun, Masuah Marup Mawi, 73, menyisihkan rupiah demi rupiah dari keringatnya sebagai juru dapur di hajatan. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Di balik aroma sedap hidangan prasmanan di berbagai acara hajatan di Tangerang, terselip sebuah doa yang terus membumbung tinggi. Selama puluhan tahun, Masuah Marup Mawi, 73, menyisihkan rupiah demi rupiah dari keringatnya sebagai juru dapur di hajatan. Semua itu ia lakukan demi satu tujuan, bisa menunaikan ibadah haji. 

Kini, impian warga Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ini akhirnya menjadi nyata. Masuah resmi terdaftar sebagai calon jemaah haji yang berangkat pada kloter pertama hari 2026.

Perjalanan Masuah menuju baitullah tidaklah instan. Ia mulai menerima panggilan memasak setahun sebelum sang suami berpulang pada tahun 1999. Saat itu, ia harus menjadi tulang punggung keluarga karena kondisi kesehatan suaminya yang menurun.

Dengan lima orang anak yang sebagian masih duduk di bangku sekolah, Masuah tak patah arang. Ia mengasah kemampuannya mengolah menu-menu khas pesta.

"Saya kerjanya itu tukang masak panggilan untuk di hajatan-hajatan. Setiap dapat pemasukan saya sisihkan untuk berangkat haji. Setiap masak dikasih Rp2 juta, dibagi ke yang lain, sisanya saya tabung," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di Masjid Raya Al-A'zhom, Selasa (21/4).

Konsistensi di Tengah Kepulan Asap Dapur

Setiap kali musim hajatan tiba, seperti bulan Maulid, Rajab, hingga Iduladha, jadwal Masuah selalu padat. Bahkan, ia tak ragu menempuh perjalanan hingga ke Jakarta jika ada orang yang membutuhkan keahlian masaknya.

Semua dilakukan demi mengumpulkan "ongkos" menuju Mekkah. Sejak tahun 2000, Masuah mulai disiplin menabung. Kerja kerasnya membuahkan hasil pada tahun 2013, saat ia berhasil menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp25 juta.

Ia memisahkan uang pemberian anak untuk kebutuhan harian, sementara hasil memasak dikunci rapat di tabungan haji.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore