Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 05.09 WIB

Profil Paul Munster, Kandidat Pelatih Persebaya yang Terbiasa Rangkap Jabatan 

Paul Munster done deal akan menangani Persebaya. Bonek pun memiliki beragam harapan atas perekrutan pelatih asal Belfast, Irlandia Utara, tersebut. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Persebaya santer dikabarkan segera dilatih oleh pelatih berkebangsaan Swedia, Paul Munster. Green Force harus segera memiliki pelatih baru karena tugas Uston Nawawi sebagai pelatih caretaker sudah usai.
 
Namun, Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri sebenarnya masih mengupayakan Uston menjadi pelatih permanen Persebaya.
 
"Opsi pertama kita tetap coach Uston Nawawi (sebagai pelatih permanen Persebaya) sambil menunggu perkembangan dari PT LIB," ungkap Yahya beberapa waktu lalu.
 
Sayangnya Uston belum bisa menjadi pelatih kepala Persebaya karena ia belum memiliki lisensi AFC Pro, melainkan masih lisensi AFC A.
 
 
Sedangkan syarat untuk menjadi pelatih kepala di Liga 1 termasuk Persebaya adalah harus memegang lisensi AFC Pro.
 
Terkait kemungkinan Green Force dilatih Paul Munster, hal itu masih belum dapat dipastikan kebenarannya karena pihak manajemen belum memberikan kepastian apapun.
 
Namun, jika melihat dari track record Paul Munster, pelatih yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik tim nasional Brunei Darussalam ini bisa menjadi opsi.
 
Dikutip dari laman Transfermarkt, Paul Munster sudah berpengalaman menjadi pelatih maupun Direktur Teknik di beberapa tim sepakbola.
 
 
Namun, tim-tim yang ditanganinya adalah tim-tim kecil yang bahkan tidak familiar di telinga para penggemar sepakbola.
 
Pada awal karirnya sebagai pelatih, juru taktik kelahiran Belfast ini melatih dan menjadi asisten pelatih tim-tim seperti FC Assyriska, Orebo Syr, BK Forward, serta Orebo SK U-21 sejak tahun 2012-2017.
 
Tahun 2018, Paul Munster menangani klub asal India, Minerva Punjab. Selain sebagai pelatih, Munster juga merangkap sebagai Direktur Teknik klub yang sama.
 
Namun, ia hanya menangani Minerva Punjab selama semusim. Tahun 2019 Munster dipercaya menangani tim nasional Vanuatu. 
 
Lagi-lagi jabatannya merangkap, namun bukan sebagai direktur teknik, melainkan sama-sama pelatih untuk tim U19 dan senior.
 
 
Pelatih berusia 41 tahun tersebut juga hanya setengah musim menangani Vanuatu karena pertengahan 2019 ia dikontrak oleh tim Liga 1 Indonesia, Bhayangkara FC.
 
Paul Munster cukup lama melatih tim berjuluk The Guardian tersebut, yaitu sekitar tiga tahun.
 
Selama di Bhayangkara FC, kiprahnya cukup mengesankan. Di musim pertamanya ia berhasil membawa tim ini menduduki peringkat empat klasemen akhir 2019/2020.
 
Musim berikutnya, tim yang pernah satu kali juara Liga 1 tahun 2017 ini jeblok di posisi sebelas. Namun, musim 2021/2022 Munster sukses membawa Bhayangkara FC bangkit dan duduk di peringkat tiga klasemen akhir.
 
 
Pada 2022 ia meninggalkan Bhayangkara FC dan bergabung dengan tim nasional Brunei Darussalam sebagai direktur teknik.
 
Berkaca dari kiprah Paul Munster selama di Bhayangkara FC, pelatih ini tidak bisa dianggap remeh. Selama dua musim ia sukses membawa The Guardian menembus papan atas.
 
Jika memang nantinya pelatih kelahiran 9 Februari 1982 ini jadi menangani Bruno Moreira CS, maka Bonek bisa berharap tim kesayangan mereka mampu melanjutkan persaingan di papan atas Liga 1, seperti yang sudah dilakukan oleh Uston Nawawi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore