JawaPos.com - Komika Babe Cabita mengatakan anemia aplastik yang dideritanya termasuk jenis penyakit langka. Hal itu diketahuinya berdasarkan informasi yang didapatkan dari dokter.
Penyakit ini berdampak cukup serius kepada kondisi kesehatan Babe Cabita lantaran tulang sumsumnya tidak lagi memproduksi sel darah baru. Kondisi Babe Cabita kini sudah membaik setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Dia pun dianjurkan untuk melakukan transparansi tulang sumsum belakang jika menginginkan sembuh total. Akan tetapi untuk saat ini, Babe Cabita masih mengandalkan proses penyembuhan dengan menggunakan terapi obat.
Selama proses recovery, Babe Cabita harus menghindari kebiasaannya makan makanan pedas yang selama ini sangat disukainya.
"Obat merangsang asam lambung. Yang tadinya aku doyan pedas sekarang nggak tahan pedas," kata Babe Cabita saat ditemui di bilangan Mampang Jakarta Selatan, Senin (4/9).
Saat masih dirawat di rumah sakit, kondisi Babe Cabita termasuk kurus. Namun kini kondisi tubuhnya mengalami kenaikan berat badan.
"Naiknya 10 kilogram habis keluar dari rumah sakit. Kondisi sekarang sudah pulih. Sekarang menjaga gimana agar imun tetap stabil," ucap suami Zulfati Indraloka itu.
Babe Cabita sejatinya cukup terkejut mengetahui dirinya mengidap anemia aplastik. Pasalnya, dia merasa sudah menerapkan pola hidup sehat selama 2 tahun belakangan.
Pada saat masuk rumah sakit, Babe Cabita awalnya tahu hanya terserang penyakit demam berdarah. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, dokter merasakan ada yang aneh mengingat demam Babe Cabita tak kunjung turun.
"Ini demam gak turun-turun 40. DBD biasanya yang turun hanya trombosit . Kalau ini semua turun, darah putih drop, HB 6. Dokter curiga," tuturnya.
Dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sample pada bagian sumsum tulang belakang untuk diteliti. Alhasil, Babe Cabita divonis mengidap penyakit anemia aplatik.
"Akhirnya periksa diambil tulang sumsum belakang. Dari situ diketahui anemia aplastik, penyakit cukup langka dan berkaitan dengan autonimun," paparnya.