
Manuchekhr Dzhalilov (kanan), winger Persebaya melakukan selebrasi usai berhasil menjebol gawang tim Madura United FC pada pertandingan semifinal leg 1 Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin (3/4). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com - Wajah Manuchekhr Dzhalilov tampak kesal saat ditarik di tengah pertandingan Persebaya Surabaya vs Madura United, Rabu (3/4). Boleh jadi dia masih ingin menambah koleksi golnya di Piala Presiden. Namun, tim pelatih Persebaya punya pertimbangan lain sehingga memutuskan menariknya keluar.
Dzhalilov memang tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat digantikan Oktafianus Fernando pada menit ke-82. Asisten pelatih Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro bahkan sampai harus memenangkan pemain asal Tajikistan itu. Bejo tak menampik kalau Dzhalilov sedikit kecewa karena tak bermain penuh.
"Ya wajar, apalagi dia yang cetak gol (kemenangan)," kata pelatih 42 tahun itu. Dzhalilov memang menjadi menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit ke-64. Itu adalah koleksi golnya yang kelima di ajang Piala Presiden 2019. Torehan itu membuatnya berada di puncak daftar top skor bersama striker Persija Jakarta, Bruno Matos.
Hal itu membuat pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman tak segan memuji Dzhalilov. Sebab, dia mampu menjadi top skor meski posisi aslinya bukanlah striker. "Manu (Dzhalilov) pemain yang saya incar dari dulu. Dia punya naluri gol yang cukup bagus. Apalagi saat sedang berada di depan gawang," terang pelatih 60 tahun itu.
Tapi, hal itu tak lantas membuat pelatih yang akrab disapa Djanur itu menganakemaskan Pemain Terbaik AFC Cup 2017 itu. Dia punya pandangan tersendiri atas reaksi Dzhalilov yang kecewa saat diganti. "Pemain diganti itu wajar. Saya akan tegur. Di sini (Persebaya) nggak ada pemain bintang. Semua sama saja. Entah itu Balde atau yang lainnya," tegas Djanur.
Bejo senada dengan Djanur. Dia menilai semua pemain memang memiliki porsi yang sama. Tak ada yang diistimewakan." Di sini (Persebaya) bukan hanya Manu (Dzhalilov). Yang cadangan juga bagian dari Persebaya. Semua satu nama, Persebaya," tegas ayah Rachmat Irianto itu.
Bejo menambahkan, pergantian Dzhalilov itu sesuai dengan kebutuhan tim. "Semua ini taktikal," kata Bejo.
Hal itu sudah dia jelaskan kepada mantan penggawa Sriwijaya FC di ruang ganti usia laga kemarin sore. Dzhalilov dianggap sudah memahami. "Semua masalah sudah clear di dalam (ruang ganti)," kata Bejo.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
