Bukayo Saka mengaku berat saat Thomas Tuchel tidak memainkannya di semifinal Piala Dunia 2026. Namun, ia memilih fokus ke musim baru. (Dok. Arsenal)
JawaPos.com - Bukayo Saka akhirnya buka suara mengenai keputusan Thomas Tuchel yang tidak memainkannya saat Inggris menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.
Saka mengaku keputusan tersebut terasa berat. Terlebih, pemain Arsenal itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Inggris sepanjang turnamen di Amerika Utara.
Saka menjalani Piala Dunia 2026 dalam kondisi cedera Achilles sehingga kebugarannya terus dipantau selama turnamen. Tuchel kemudian lebih banyak memasukkan pemain dengan karakter bertahan ketika berusaha mempertahankan keunggulan Inggris atas Argentina.
Saka baru kembali dimainkan tiga hari kemudian saat Inggris menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga. Ia tampil gemilang dengan mencetak hattrick dan membantu Inggris menang 6-4 di Miami.
Penampilan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai keputusan Tuchel tidak memainkan Saka pada semifinal. Saka mengakui dirinya kecewa hanya bisa menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.
"Ada banyak pembicaraan dan spekulasi mengenai keputusan dan hal-hal lainnya dalam pertandingan melawan Argentina. Bagi saya, memang berat untuk tidak masuk," kata Saka kepada talkSPORT.
Meski demikian, Saka tidak ingin memperpanjang pembahasan tersebut. Ia memilih mengalihkan perhatian ke agenda Timnas Inggris berikutnya.
"Namun, kami sekarang berada di pemusatan latihan baru dan musim yang baru. Kami hanya ingin melihat ke depan dan berusaha untuk tidak memikirkannya lagi," lanjut Saka.
Saka juga menegaskan pentingnya kepercayaan antara pemain dan pelatih. Menurutnya, keputusan yang dibuat pelatih harus tetap dihormati oleh seluruh pemain.
"Anda harus memberikan kepercayaan penuh kepada keputusan pelatih. Dia juga memberikan kepercayaan penuh kepada Anda dan Anda pergi ke lapangan. Ketika dia membuat keputusan sebagai sebuah tim, Anda memberikan kepercayaan penuh kepadanya," ujar Saka.
"Itulah sepak bola. Sejujurnya, memang begitulah sepak bola selalu berjalan. Ada pelatih dan ada pemain. Pelatih memberikan arahan serta taktiknya, lalu kami sebagai pemain pergi ke lapangan dan menjalankannya," imbuhnya.
Saka Akui Kekalahan Masih Membekas
Meski berusaha move on, Saka mengakui kekalahan dari Argentina di semifinal masih meninggalkan luka bagi para pemain Inggris.
"Jelas, masih ada bekas luka dalam diri kami. Ketika Anda percaya dan semua orang begitu bersatu serta percaya diri bahwa kami bisa melakukannya, bukan hanya kami, tetapi seluruh negara," kata Saka kepada BBC Radio 5 Live.
Pemain Arsenal tersebut menilai skuad Inggris harus mulai membuka lembaran baru. Para pemain tidak bisa terus terjebak dalam kekecewaan dari turnamen sebelumnya.