
FIFA tegaskan kartu kuning Breel Embolo valid. (@breelembolo97/Instagram).
JawaPos.com - FIFA menanggapi surat edaran dari badan pembuat aturan sepak bola dunia, International Football Association Board (IFAB). Dalam edaran itu, IFAB dikabarkan mengonfirmasi bahwa keputusan wasit mengeluarkan kartu kuning kedua untuk penyerang Timnas Swiss, Breel Embolo, pada laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina merupakan sebuah kesalahan.
Insiden itu terjadi pada menit ke-72, tidak lama setelah Swiss berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Embolo menerima kartu kuning kedua setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menyatakan bahwa sang pemain berpura-pura dijatuhkan oleh gelandang Argentina, Leandro Paredes.
Dalam kejadian itu, Paredes sempat diganjar kartu kuning oleh wasit akibat diduga melakukan pelanggaran kepada Embolo. Namun, setelah intervensi VAR, keputusan berubah, Paredes dinyatakan tidak melakukan pelanggaran, sedangkan Embolo dianggap melakukan diving dan langsung menerima kartu kuning kedua yang berujung dikeluarkan dari lapangan.
Keputusan itu pun berdampak besar terhadap jalannya pertandingan meski Swiss mampu menahan Argentina hingga babak perpanjangan waktu. Namun, bermain dengan 10 pemain membuat Swiss harus takluk 1-3 dari Argentina. Sebelumnya, Mesir yang tumbang dari Argentina pada babak 16 besar juga mengkritik keputusan wasit yang dinilai cenderung menguntungkan tim Lionel Messi.
Pelatih Timnas Swiss Murat Yakin juga telah menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan itu usai laga. Yakin menilai keputusan wasit merusak pertandingan dan merugikan timnya secara signifikan.
“Wasit membuat keputusan yang salah. Saya tahu mereka akan melindungi wasit mereka, tetapi aturan ini menghancurkan permainan kami hari ini. Sangat menyakitkan tersingkir dengan cara seperti ini,” ujar Yakin setelah pertandingan di Kansas City dikutip dari ESPN.
Menanggapi polemik itu, IFAB dalam pernyataan resminya pada Senin (27/7) menegaskan bahwa penggunaan protokol VAR dengan klausul mistaken identity dalam kasus itu tidak sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini. Secara khusus, IFAB menjelaskan bahwa klausul mistaken identity atau kekeliruan identitas pemain tidak dapat digunakan untuk meninjau atau mengubah jenis pelanggaran.
“Kartu kuning yang bukan kartu kuning kedua, hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran, pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau dan diubah,” kata IFAB dikutip dari L’Equipe. Dengan kata lain, VAR seharusnya hanya digunakan untuk memastikan apakah kartu diberikan kepada pemain yang tepat (mistaken identity) pada kartu kuning pertama, bukan untuk mengubah keputusan terkait apakah sebuah pelanggaran terjadi atau tidak dalam konteks tersebut.
IFAB juga mengungkapkan bahwa peninjauan terhadap protokol VAR, termasuk penerapan aturan kekeliruan identitas, telah berlangsung sejak Maret 2026. Namun, IFAB menyebut penggunaan klausul itu untuk menangani kasus simulasi belum dapat diterapkan secara resmi hingga proses peninjauan selesai, meski mengaku penerapannya dalam Piala Dunia 2026 mendapat respons positif.
Sementara itu, FIFA lewat pernyataan resminya pada Rabu (29/7) menilai bahwa keputusan yang dibuat oleh wasit dan VAR bukan merupakan kesalahan. “Kami tidak menganggap ini sebagai kesalahan wasit atau VAR dan keputusan itu justru memulihkan keadilan. Kami mencatat komentar IFAB dalam surat edaran mereka,” tulis FIFA dikutip dari akun X @fifamedia.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
