Jude Bellingham (Bein Sports)
JawaPos.com - Real Madrid perlahan menemukan kembali ritme permainannya. Setelah sempat terpuruk, termasuk kekalahan telak dari Benfica di fase liga UEFA Champions League, tim asuhan Alvaro Arbeloa kini mencatatkan hasil-hasil yang lebih meyakinkan.
Menariknya, kebangkitan itu terjadi bertepatan dengan absennya Jude Bellingham. Gelandang asal Inggris tersebut mengalami cedera di awal laga melawan Rayo Vallecano dan belum kembali bermain sejak saat itu.
Ironis atau tidak, Madrid justru mampu mengamankan kemenangan dalam laga tersebut meski bermain tanpa Bellingham selama lebih dari 80 menit. Setelahnya, Los Blancos menyapu bersih tiga pertandingan berikutnya.
Memang, korelasi tidak selalu berarti sebab-akibat. Namun sulit menampik bahwa lini tengah Madrid terlihat lebih cair dan dinamis dalam beberapa pekan terakhir.
Melansir Diario AS, Arda Guler, Eduardo Camavinga, dan Aurelien Tchouameni tampil sebagai trio yang solid. Ketiganya dinilai mampu saling melengkapi secara profil maupun karakter permainan.
Guler menawarkan kreativitas dan visi, Camavinga membawa energi serta progresi bola, sementara Tchouameni memberi keseimbangan dan proteksi di lini belakang.
Kombinasi ini memberi Madrid kontrol yang lebih stabil di tengah lapangan. Pergerakan bola terasa lebih cepat, transisi lebih rapi, dan pressing terlihat lebih terkoordinasi.
Di sinilah muncul pertanyaan besar. Ketika Bellingham pulih nanti, bagaimana Madrid akan mengakomodasinya?
Sebagai pemain yang didatangkan dengan mahar lebih dari EUR 100 juta, hampir mustahil membayangkan ia hanya menjadi pelapis. Namun, harus diakui bahwa performanya musim ini belum mencapai level eksplosif seperti awal kedatangannya.
Sejak tidak lagi dimainkan sebagai false 9, Bellingham kesulitan menemukan dampak yang sama. Digeser ke peran yang lebih dalam, ia belum sepenuhnya menyatu dengan ritme permainan tim dan belum menunjukkan pengaruh dominan.
Situasi ini menciptakan dilema taktis sekaligus psikologis. Di satu sisi, trio Guler-Camavinga-Tchouameni sedang dalam momentum positif. Di sisi lain, Bellingham tetaplah aset besar klub dan figur sentral proyek jangka panjang.
Untuk saat ini, Arbeloa bisa terus memanfaatkan kombinasi yang sedang berjalan baik. Namun cepat atau lambat, pertanyaan soal posisi ideal Bellingham akan kembali muncul ke permukaan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
