Arsenal gagal memperlebar jarak di puncak klasemen setelah ditahan 1-1 Brentford. (Dok. Instagram/@brentfordfc)
JawaPos.com - Arsenal melewatkan peluang emas untuk kembali menjauh enam poin di puncak klasemen Premier League. Hasil imbang 1-1 di markas Brentford membuat jarak dengan Manchester City kembali menipis, tepat saat persaingan gelar memasuki fase paling menegangkan musim ini.
Datang dengan tekanan setelah kemenangan Manchester City atas Fulham di tengah pekan, tim asuhan Mikel Arteta tahu bahwa tiga poin adalah harga mati. Namun, menghadapi Brentford yang hanya dua kali kalah di kandang musim ini jelas bukan tugas ringan.
Laga ini bukan soal dominasi total, melainkan tentang struktur permainan, kesabaran, dan momen-momen krusial yang mengubah arah pertandingan.
Baca Juga: Pede Juara! Jelang Manchester City vs Fulham, Pep Guardiola Optimis Salip Arsenal di Liga Inggris
Tempo Lambat, Arsenal Kehilangan Ritme
Melansir Eplindex, babak pertama berjalan jauh dari skenario ideal bagi Arsenal. Brentford tampil disiplin, menutup ruang di lini tengah dan memaksa Arsenal melebar. Aliran bola yang biasanya tajam dan progresif terlihat tersendat.
Peluang terbaik sebelum turun minum datang dari situasi bola mati. Gabriel Magalhães berhasil menyambut tendangan bebas, tetapi sundulannya belum tepat sasaran.
Arteta memberi kesempatan kepada Eberechi Eze untuk menjadi starter liga pertamanya sejak Desember, namun gelandang serang itu kesulitan menembus rapatnya pertahanan tuan rumah dan akhirnya digantikan Martin Ødegaard saat jeda.
Brentford menunjukkan organisasi yang rapi: garis pertahanan kompak, pressing terukur, dan kemampuan membaca jalur umpan membuat Arsenal kesulitan membangun serangan bersih.
Madueke Buka Harapan
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61. Piero Hincapié mengirim umpan silang akurat dari sisi lapangan, dan Noni Madueke menyambutnya dengan sundulan terarah ke sudut jauh gawang Caoimhín Kelleher.
Gol itu terasa seperti momentum penentu. Arsenal tampak telah melewati ujian sulit dan berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin penting dalam perburuan gelar.
Arteta mencoba mengunci pertandingan dengan memasukkan Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Riccardo Calafiori guna menambah energi sekaligus menjaga keseimbangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022