Lamine Yamal dari Barcelona membayar mahal untuk ucapannya jelang El Clasico. (ESPN)
JawaPos.com - Remaja berbakat Barcelona, Lamine Yamal, menghadapi gelombang kritik setelah ucapannya di ajang Kings League jelang El Clasico dianggap menyinggung Real Madrid. Kontroversi itu kini menyeret nama Gerard Pique dan pelatih Hansi Flick, yang dinilai gagal melindungi pemain muda tersebut.
Lamine Yamal kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya di acara Kings League, beberapa hari sebelum El Clasico, disalahartikan sebagai sindiran terhadap Real Madrid. Dalam sesi latih tanding yang disiarkan di YouTube, pemain berusia 18 tahun itu ditanya apakah tim Porcinos milik streamer Ibai Llanos “seperti Real Madrid” Ia menjawab, “Apakah maksudnya Porcinos mencuri lalu mengeluh?”
Ucapan tersebut segera memicu reaksi di studio. Yamal sempat mengangkat tangannya dan berkata, “Tunggu sebentar, sebentar…”, tanda ia menyadari komentarnya bisa disalahartikan. Namun, potongan video itu terlanjur viral dan diangkat sejumlah media sebagai tuduhan bahwa Yamal menuding Madrid “merampok dan mengeluh.” Narasi itu menjadi perbincangan luas menjelang laga di Santiago Bernabeu, memperkeruh suasana sebelum pertandingan terbesar sepak bola Spanyol dimulai.
Dalam laga yang berakhir 2-1 untuk Madrid, ketegangan berlanjut di lapangan. Bek Dani Carvajal melakukan gestur menggonggong ke arah Yamal, sindiran atas komentarnya pra-pertandingan. Aksi itu memicu adu mulut di antara pemain kedua tim, meski situasi akhirnya diredam oleh rekan-rekan mereka. Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning dan merah, bahkan aparat kepolisian turun tangan untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Pasca pertandingan, banyak pihak menilai bahwa Yamal seharusnya tidak ditempatkan dalam situasi publik yang berisiko seperti itu. Gerard Pique, yang mengundang Yamal tampil di Kings League yang ia kelola, menjadi salah satu sosok yang paling disorot.
Laporan dari ESPN menyebut tindakan Pique sebagai “kesalahan besar” karena ajang tersebut dirancang untuk hiburan viral, bukan untuk pemain profesional yang bersiap menghadapi laga sebesar El Clasico.
“Pique tahu bahayanya menjadi remaja terkenal dan bergaji tinggi. Jadi, apa yang ia pikirkan saat mengekspos Yamal pada situasi yang sudah pasti akan berujung gol bunuh diri ini?” tulis laporan tersebut.
Streamer Ibai Llanos telah menyampaikan permintaan maaf. “Saya turut bersalah,” timpalnya.
Namun, hingga kini, Pique belum memberikan pernyataan publik. Di sisi lain, agen Yamal, Jorge Mendes, juga dikritik karena dianggap gagal memberikan perlindungan dan bimbingan memadai kepada klien mudanya.
Sorotan turut mengarah kepada pelatih Barcelona, Hansi Flick. Dalam konferensi pers sebelumnya, ketika ditanya soal aktivitas Yamal di luar lapangan, Flick menjawab dengan nada ringan bahwa “itu bukan urusannya.” Sikap tersebut dinilai terlalu longgar bagi pelatih yang tengah menangani pemain muda dengan tekanan besar menjelang pertandingan sebesar El Clasico.
Situasi ini bukan hanya berdampak pada citra Barcelona, tetapi juga berpotensi memengaruhi dinamika tim nasional Spanyol. Yamal merupakan bagian penting dari generasi baru La Roja. Sementara Carvajal, yang menjadi lawannya dalam insiden ini merupakan salah satu senior di skuad yang sama. Sebelumnya, Carvajal bahkan pernah memuji Yamal sebagai “bakat unik yang sulit dijelaskan” dan menegaskan pentingnya melindungi pemain muda tersebut.
Namun, gestur “yap yap” Carvajal di akhir laga menunjukkan bagaimana rivalitas klub masih bisa menembus batas tim nasional. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, gesekan kecil ini dapat merusak keharmonisan ruang ganti Spanyol, hal yang pernah terjadi saat ketegangan El Clasico memecah skuad mereka di Piala Dunia 2014.
Bagi Barcelona, kasus Yamal menjadi peringatan bahwa pemain muda dengan sorotan besar memerlukan bimbingan ketat di luar lapangan. Di era di mana batas antara sepak bola profesional dan hiburan digital semakin tipis, satu kalimat yang keluar tanpa filter bisa berubah menjadi badai opini publik. Dan, kali ini badai itu menghantam salah satu aset masa depan terbesar yang dimiliki Blaugrana dan tim nasional Spanyol.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
