Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 15.34 WIB

Tersingkir dari Skuad, Gelandang Muda Barcelona Curhat Tak Diperlakukan Adil oleh Hansi Flick

Hansi Flick (dok. Barcelona)

JawaPos.com - Di tengah euforia Barcelona yang baru saja menutup musim dengan gelar La Liga, ada satu nama yang justru merasa terasing dalam keramaian: Pablo Torre. Gelandang muda berusia 22 tahun itu tak bisa menutupi kekecewaannya. Di balik senyum kemenangan dan selebrasi tim, Torre menyimpan getir—tentang menit bermain yang minim, tentang janji yang terasa kosong, dan tentang pelatih yang, menurutnya, tak berlaku adil.

Pablo Torre bukan sekadar pemain muda biasa. Ia direkrut dari Racing Santander pada tahun 2022 dengan ekspektasi tinggi. Namun, seperti banyak kisah talenta muda lainnya di klub besar, jalannya menuju tim utama tidak semulus harapan.

Kritik Terbuka: Flick Tidak Adil

Belum genap tiga tahun berseragam Blaugrana, Torre sudah secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sport, ia menyebut Hansi Flick—pelatih anyar Barcelona—tidak memperlakukannya secara adil.

"Aku merasa seharusnya mendapat lebih banyak menit bermain. Kupikir aku sudah cukup pantas. Flick tidak adil padaku dan aku sudah menyampaikannya langsung padanya dalam sebuah pembicaraan pribadi," kata Torre lugas. Pernyataan itu pun menggema cepat di dunia sepak bola Spanyol—karena bukan hal biasa pemain muda bicara seberani itu tentang pelatihnya sendiri.

Statistik yang Bicara, dan Ketimpangan Peluang

Musim 2024–25 menjadi saksi betapa sulitnya posisi Torre di skuad utama Barcelona. Dari total 38 laga La Liga yang dijalani tim, Torre hanya tampil di 10 pertandingan—dan itu pun lebih banyak sebagai pemain pengganti. Total menit bermainnya di Liga Champions? Hanya 19 menit. Padahal usianya kini adalah usia emas untuk berkembang.

Total selama memperkuat Barcelona sejak 2022, Torre sudah mencatat 27 penampilan di semua kompetisi, dengan kontribusi lima gol dan empat assist. Statistik yang tak buruk untuk pemain muda, tetapi tidak cukup untuk membantunya menembus persaingan ketat di lini tengah Camp Nou yang diisi nama-nama seperti Pedri, Frenkie de Jong, Gavi, hingga Marc Casado.

Flick sendiri memang datang dengan filosofi berbeda sejak menggantikan Xavi. Ia dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan kestabilan dan pengalaman. Sayangnya, bagi Torre, filosofi itu berarti lebih banyak duduk di bangku cadangan dibanding bermain di lapangan.

Jalan Menuju Mallorca: Pinjaman atau Permanen?

Kini, harapan baru datang dari tempat yang lebih tenang: Mallorca. Klub La Liga tersebut dikabarkan sedang dalam pembicaraan serius dengan Barcelona untuk mendatangkan Pablo Torre. Awalnya, negosiasi berfokus pada peminjaman. Namun laporan terbaru menyebutkan bahwa kemungkinan besar transfer ini akan bersifat permanen, dengan satu syarat penting—Barcelona ingin menyisipkan klausul pembelian kembali (buy-back clause).

Artinya, Barca belum sepenuhnya melepas Torre. Mereka masih percaya bahwa pemain kelahiran Soto de la Marina ini punya potensi untuk menjadi gelandang top di masa depan. Tapi untuk saat ini, mereka juga realistis: Torre butuh jam terbang reguler, dan Camp Nou tak lagi bisa memberikannya.

“Barcelona sangat mengagumi bakat Torre dan percaya ia bisa berkembang menjadi gelandang produktif di masa depan,” tulis laporan dari media Jijantes. “Namun, mereka menyadari bahwa ia butuh pengalaman bermain yang tak bisa dipenuhi di klub saat ini.”

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore