
Pemain Inter Milan, Davide Frattesi, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Barcelona. (X.com/@ChampionsLeague)
JawaPos.com - Gelandang Inter Milan Davide Frattesi hanya menciptakan dua gol selama Liga Champions musim ini. Frattesi mencetaknya ketika bermain sebagai pemain pengganti dan membawa Inter memenangi laga tersebut.
Uniknya, kedua gol tersebut punya keterkaitan satu dengan yang lainnya. Golnya yang pertama dia ciptakan ketika Inter mampu mempecundangi Bayern Munchen 1-2 di Allianz Arena, Munchen, 9 April lalu.
Kemarin WIB (7/5) Frattesi kembali jadi penentu kemenangan Inter. Golnya saat menit kesembilan babak tambahan waktu membawa Inter memenangi second leg semifinal melawan FC Barcelona 4-3.
Kemenangan ini mengantar Nerazzuri, julukan Inter, kembali ke Allianz Arena, Munchen, venue final Liga Champions musim ini. "Aku sudah yakin bisa membawa klub ini kembali ke sana lagi (Allianz Arena),"koar Frattesi kepada Inter TV.
Frattesi belum membela Inter saat klub tersebut mencapai final Liga Champions dua musim lalu. Dia pun konfiden dapat menuntaskan final pertamanya itu dengan apik, meski dia akui sulit. ‘Namun, aku percaya hal-hal hebat seperti malam ini akan kembali datang kepada kami,’ sambung Frattesi.
Frattesi pun mewujudkan mimpi besar allenatore Inter Simone Inzaghi. Sejak dia menukangi Inter pada 2021-2022, dia membawa Inter menyamai capaian Real Madrid yang lolos ke final Liga Champions dua kali.
Meski Simo, sapaan karib Simone, belum pernah memenanginya. Dua musim lalu Inter dipecundangi Manchester City 1-0 dalam laga final di Ataturk Olimpiyat Stadyumu, Istanbul.
Bersama Frattesi musim ini, Simo ingin menuntaskannya. Seperti dilansir laman Tuttomercatoweb, Simo menyebut musim ini perjalanan Lautaro Martinez dkk mencapai ke final jauh lebih sulit.
‘Musim ini perjalanan kami lebih melelahkan dibandingkan dua musim lalu. Saat ini kami harus menjalani 14 pertandingan, dengan tensi setiap pertandingan lebih susah dibandingkan sebelumnya,’ tutur Simo.
Kematangan itu yang sekarang ingin dijadikan sebagai modal untuk mengangkat Si Kuping Besar, sebutan trofi juara Liga Champions. Seperti yang diungkapkan Lautaro. Bahkan, sejak kekalahan di Istanbul, momen ini yang diidamkan setiap penggawa Inter.
El Toro, julukan Lautaro, pun ingin peruntungan berbeda yang dia dapatkan saat final di Munchen. Seperti peruntungan Inter yang mempecundangi Bayern di rumahnya, Allianz Arena.
Mengubah peruntungan Inter di Istanbul. ‘Sekarang, kami harus mengembalikan energi kami untuk menyudahi musim ini dengan sempurna. Kami masih berkesempatan mencatatkan sejarah sebagai pemenang Liga Champions,’ tegas Lautaro saat berbicara kepada Sky Sport Italia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
